loading…

Jetour T2 i-DM (tengah) diapit T1 i-DM dan T1. Dua harga resmi, dua kota, satu pesaing yang lebih murah. Foto: Jetour Indonesia

JAKARTA – Hemat dan mahal. Dua kata yang jarang akur dalam satu mobil.

Namanya Jetour T2 i-DM. Bentuknya persegi dan tegak, seperti kulkas dua pintu yang diberi ban gunung. Mobil ini meluncur di GIIAS, ICE BSD, 29 Juli lalu, dengan harga Rp688 juta OTR Jakarta.

Dua bulan kemudian, di GIIAS Semarang, angkanya Rp705 juta. Selisih Rp17 juta antarkota.

i-DM singkatan dari Intelligent Dual Mode. Jenisnya PHEV: mobil bensin yang bisa dicolok listrik, seperti HP. Ada mesin 1.5 turbo, ada baterai 18,4 kWh. Baterai itu berjenis LFP buatan CATL, yang dikenal tahan panas dan tidak rewel. Pabrik mengklaim 90 km bisa ditempuh murni dengan listrik. Total dengan bensin, lebih dari 1.200 km dari tangki 70 liter.

Rute harian saya, Bogor-Jakarta pergi-pulang, sekitar 120 km. Listrik 90 km menutup tiga perempatnya. Kalau ada colokan di kantor, bensin nyaris tak tersentuh.

Mengisi cepat dengan arus searah pun hanya sekitar 27 menit untuk naik dari 30 ke 80 persen. Kira-kira selama satu episode serial.



–