loading…

Pertamina memegang peran strategis dalam menjamin ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Pengamat kebijakan energi Sofyano Zakaria menilai momentum Hari Pertambangan dan Energi Nasional perlu dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pasokan energi nasional, dengan Pertamina memegang peran strategis dalam menjamin ketersediaan energi yang andal, terjangkau, dan berkelanjutan. Penguatan tersebut dinilai penting di tengah ketidakpastian pasar energi global dan kebutuhan untuk mempercepat diversifikasi sumber energi.

“Pertamina memiliki tanggung jawab strategis yang melampaui kepentingan bisnis. Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina memegang peran penting dalam memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi, terutama ketika pasar energi global menghadapi ketidakpastian,” kata Sofyano seperti dikutip pada Selasa (13/10/2026).

Baca Juga:I ndonesia Kehilangan 25% Pasokan Minyak Nasional, Lelang Impor BBM Dihapus

Menurut Sofyano, ketahanan energi perlu ditopang pengelolaan rantai pasok yang terintegrasi, mulai dari pengadaan minyak mentah dan produk bahan bakar minyak (BBM), pengolahan di kilang, pengelolaan stok, hingga distribusi. Peningkatan kapasitas dan efisiensi kilang serta penguatan digitalisasi dan transparansi juga diperlukan untuk menjaga keandalan pasokan dan meningkatkan efisiensi operasional.

Ia menambahkan, diversifikasi sumber energi melalui pengembangan gas, energi baru terbarukan (EBT), panas bumi, biofuel, dan energi surya perlu terus dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi tertentu. Namun, pemenuhan kebutuhan energi fosil tetap perlu diperhatikan selama masa transisi energi berlangsung.

“Semakin beragam sumber energi, semakin kecil risiko ketergantungan dan guncangan pasokan. Namun, kebutuhan energi fosil tetap perlu diperhatikan selama masa transisi energi berlangsung,” ujarnya.



–