loading…

Hilirisasi nasional memasuki fase yang semakin konkret seiring berkembangnya ekosistem industri pengolahan di dalam negeri. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Hilirisasi nasional memasuki fase yang semakin konkret seiring berkembangnya ekosistem industri pengolahan di dalam negeri. Pemerintah telah meluncurkan 11 proyek hilirisasi di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Maluku Utara, dengan total investasi USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun, sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik.

Sekretaris Perusahaan PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana menilai, kompleksitas ekosistem industri hilir menuntut pengelolaan risiko yang dimulai sejak awal kegiatan usaha. Menurutnya, perlindungan tidak cukup hanya dilakukan ketika kerugian terjadi, tetapi harus berbasis pemahaman karakteristik dan eksposur risiko setiap industri.

“Hilirisasi menciptakan ekosistem industri baru dengan aset, proses produksi, teknologi, serta rantai pasok yang semakin kompleks. Karena itu, pengelolaan risiko perlu menjadi bagian dari perjalanan bisnis sejak awal,” ujar Brellian dalam keterangannya, Selasa (27/10/2026).

Baca Juga: Bahlil Beri Bocoran Kementerian Apa Saja di Bawah Menko Hilirisasi dan Transisi Energi

Sebanyak empat dari 11 proyek tersebut telah memasuki tahap komersialisasi, sementara tujuh proyek lainnya mulai dibangun. Pengembangan tersebut mencakup rantai industri material baterai berbasis nikel, baterai kendaraan listrik, aluminium, alat berat berbasis listrik, hingga photovoltaic glass untuk industri energi surya.

Brellian menjelaskan, risiko yang dapat mengganggu keberlangsungan operasional industri hilir tidak hanya berasal dari kerusakan aset. Risiko tersebut juga mencakup gangguan mesin dan peralatan, kebakaran dan ledakan, gangguan utilitas serta energi, bencana alam, gangguan transportasi dan rantai pasok, hingga kewajiban kepada pihak ketiga.



–