loading…

Di era digital dan medsos, menjaga niat menjadi tantangan tersendiri. Seseorang dapat dengan mudah membagikan pencapaian materi kepada ribuan orang hanya melalui satu unggahan. Foto ilustrasi/ist

Media sosial (Medsos) kini menjadi ruang bagi masyarakat untuk membagikan berbagai sisi kehidupan, mulai dari aktivitas sehari-hari, pekerjaan, keluarga, hingga pencapaian materi. Tak sedikit pula yang mengunggah rumah mewah, kendaraan mahal, barang bermerek, hingga gaya hidup glamor.

Mengunggah kekayaan, keberhasilan dan lainnya di media sosial memang tidak serta-merta dilarang dalam Islam. Namun, ketika dilakukan untuk menyombongkan diri, merendahkan orang lain, atau mencari pujian, perilaku tersebut dapat menyeret seseorang pada sifat tercela, yakni takabur dan membanggakan diri.

Lantas, bagaimana Islam memandang perilaku pamer khususnya kekayaan atau harta di media sosial? Apa saja dampaknya bagi seorang muslim?

Islam mengajarkan bahwa harta merupakan titipan Allah SWT yang harus disyukuri dan dimanfaatkan untuk kebaikan. Kekayaan bukan alasan untuk merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, semakin banyak nikmat yang dimiliki, semakin besar pula tanggung jawab seseorang dalam menggunakannya.

Baca juga: Fenomena Medsos : Ajang Pamer Amal, Bolehkah?

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, Surah Luqman ayat 18:

وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِى الْاَرْضِ مَرَحًاۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُوْرٍ

Artinya: “Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS Luqman: 18)

Ayat ini mengingatkan bahwa kesombongan dan sikap membanggakan diri merupakan akhlak yang tidak disukai Allah SWT. Pesan tersebut juga relevan dengan kebiasaan memamerkan kekayaan apabila tujuannya untuk menunjukkan keunggulan diri atau meremehkan orang lain.

Memakai Barang Mahal Tidak Otomatis Sombong

Dikutip dari laman MUI, Islam tidak melarang seseorang menikmati rezeki dan mengenakan pakaian yang bagus selama diperoleh dengan cara halal serta tidak disertai kesombongan. Hal ini ditegaskan Rasulullah SAW dalam hadis yang diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud RA.

Rasulullah SAW bersabda:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ

Artinya: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar zarah.”



–