loading…

Hyundai dan Kia Pamerkan 200 Teknologi Manufaktur Baru Berbasis AI. The Korean Times

SEOUL – Hyundai Motor Company dan Kia Corporation menyelenggarakan “E-FOREST TECH DAY 2026” pada tanggal 19 hingga 21 Oktober di Hyundai Motor and Kia Research Institute di Uiwang, Korea Selatan.

Acara ini bertujuan untuk memamerkan teknologi manufaktur cerdas serta peta jalan pengembangan pabrik masa depan.

https://www.youtube.com/watch?v=ZpzF

Memasuki tahun ketujuh, ajang ini menampilkan hampir 200 teknologi manufaktur baru yang mencakup otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), manajemen energi, dan solusi mobilitas masa depan.

Fokus utama acara tahun ini adalah transisi menuju konsep “Software-Defined Factory” (SDF)—sebuah model pabrik yang memanfaatkan sistem perangkat lunak, data, dan teknologi digital untuk mengelola serta mengoptimalkan operasional produksi.

Melalui konsep SDF, Hyundai dan Kia mengembangkan sistem pengumpulan dan pengelolaan data terintegrasi yang menghubungkan berbagai operasional pabrik dalam satu lingkungan digital yang menyatu.

Pendekatan ini memungkinkan pengembangan solusi teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik setiap pabrik, sehingga tidak perlu lagi membangun sistem terpisah dari nol.

Kedua produsen ini juga memaparkan rencana implementasi SDF dengan menggunakan teknologi terstandarisasi, yang memungkinkan penerapan lebih cepat di berbagai fasilitas mereka, baik di Korea Selatan maupun di pasar internasional.

Salah satu teknologi yang disorot adalah sistem inspeksi kualitas berbasis perangkat lunak, yang dirancang untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan di sepanjang proses pembuatan kendaraan.

Digital Twin Membantu Mendeteksi Masalah Sebelum Terjadi

Salah satu teknologi inti yang dipamerkan adalah “digital twin”—sebuah sistem yang menciptakan replika digital dari peralatan dan operasional pabrik yang sebenarnya di dalam lingkungan virtual.

Dengan teknologi ini, Hyundai dan Kia dapat menjalankan simulasi pada peralatan produksi untuk mengidentifikasi potensi masalah sebelum masalah tersebut muncul di pabrik yang sesungguhnya. Metode ini memungkinkan para insinyur untuk menguji perubahan pada proses produksi, mengevaluasi kinerja peralatan, dan menemukan solusi tanpa mengganggu operasional pabrik.

Selain itu, Hyundai dan Kia juga memperkenalkan agen AI yang dikembangkan untuk membantu operasional pabrik.



–