
loading…
Wamenhan Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari bergabung dalam Aliansi Badr bersama Turki, Qatar, dan Pakistan. Foto/SindoNews
Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan Indonesia diwakili Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Bidang Logistik, Industri Pertahanan, dan Teknologi, Marsekal TNI Yusuf Jauhari.
“Penandatanganan nota kesepahaman atau MoU kerja sama pertahanan quadrilateral ‘Project Badr’ antara Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan resmi dilakukan pada 21 Oktober 2026 di Doha, Qatar,” kata Rico, Kamis (22/10/2026).
Baca juga: 4 Arah Kerja Sama Pertahanan Badr yang Beranggotakan Indonesia, Turki, Qatar, dan Pakistan
Penandatanganan tersebut turut dihadiri Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Negara Urusan Pertahanan Qatar Sheikh Saoud bin Abdulrahman Al Thani, Menteri Pertahanan Nasional Turki Yaşar Güler, Presiden Presidensi Industri Pertahanan Turki (SSB) Haluk Görgün, serta Menteri Pertahanan Federal Pakistan Khawaja Muhammad Asif.
“Melalui inisiatif strategis ini, keempat negara menyepakati kolaborasi mencakup pilar riset dan pengembangan, alih teknologi, manufaktur alutsista, hingga peningkatan kapasitas SDM dan kedaulatan rantai pasok global (global supply chain sovereignty),” ungkap Rico.
Lihat video: RI-AS Perkuat Aliansi, Sjafri Jalin Kerja Sama Pertahanan Utama dengan Pentagon
Rico mengatakan, kerja sama tersebut juga diarahkan untuk mendorong investasi berkelanjutan yang saling menguntungkan. Implementasinya akan ditindaklanjuti melalui pertemuan industri pertahanan (Defence Industry Meeting) secara berkala. Setelah tiga bulan implementasi, keempat negara juga membuka peluang menjajaki kerja sama dengan negara sahabat lainnya.
(cip)

Leave a Reply