Pada 4 Oktober 2026, jenama perlengkapan lari Brooks China, yang berkolaborasi dengan Abeeeer menjelang perlombaan, mengumumkan pemutusan partnership dengannya setelah memverifikasi apa yang terjadi.

Brooks China juga mengatakan tidak akan bekerja sama lagi dengan Abeeeer.

Brooks China menyampaikan permintaan maaf, dan menyatakan akan memperketat proses penilaian terhadap berbagai pihak yang akan diajak berkolaborasi di masa depan.

Setelah insiden tersebut, sejumlah warganet membela Abeeeer. Mereka mengapresiasi keputusannya untuk meminta maaf dan mengatakan bahwa “semua orang pernah melakukan kesalahan”.

Namun, influencer tersebut juga masih menerima berbagai hujatan di kolom komentarnya. Beberapa warganet menilai bahwa “dia hanya meminta maaf karena ketahuan”, sementara yang lain mempertanyakan akun Abeeeer sendiri karena terlihat “mencurigakan”.

“Dia punya 500.000 pengikut, tetapi engagement-nya praktis nol,” komentar salah satu warganet.

Abeeeer sendiri bukan pelari pertama yang mendapat perhatian karena menggunakan cara tidak biasa, sekaligus terlarang, untuk mencapai garis finis.

Rosie Ruiz kehilangan gelar juara Boston Marathon 1980 setelah terungkap bahwa ia tidak berlari di sepanjang rute perlombaan. Sementara itu, 258 peserta dijatuhi hukuman karena melakukan kecurangan dalam Shenzhen Half Marathon 2018.

Pada 2019, tiga pelari China juga dijatuhi larangan seumur hidup setelah diketahui memalsukan hasil kualifikasi atau bertukar nomor peserta untuk Boston Marathon.



Source link