loading…

Dr Ariani Selviana Pardosi, M.Pd, Pengajar BIPA di Tiongkok 2018-2024. Foto/Dok. SindoNews

Dr Ariani Selviana Pardosi, M.Pd.
Pengajar BIPA di Tiongkok 2018-2024

BAHASA internasional bukanlah gelar yang diperoleh begitu saja, melainkan status yang dibangun melalui proses panjang. Status ini ditopang oleh berbagai faktor, mulai dari sejarah dan kekuatan negara penuturnya, ketangguhan institusi, kemajuan ilmu pengetahuan dan pendidikan, kekuatan ekonomi, hingga daya tarik budaya serta penerimaan masyarakat dunia terhadap bahasa tersebut.

Karena itu, pembicaraan tentang masa depan bahasa Indonesia tidak cukup berhenti pada pertanyaan, “Bisakah bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional?” Pertanyaan yang lebih mendesak adalah, “Apa yang dapat membuat dunia membutuhkan bahasa Indonesia?”

Pertanyaan ini penting karena internasionalisasi bahasa bukan semata-mata persoalan jumlah penutur atau kebanggaan nasional, melainkan juga fungsi dan kegunaannya. Sebuah bahasa menjadi bahasa internasional ketika digunakan dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, diplomasi, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, kebudayaan, dan kerja sama lintas negara.

Mari kita menengok sejarah bahasa-bahasa yang telah berkembang menjadi bahasa internasional. Bahasa Inggris memberikan pelajaran penting tentang panjangnya perjalanan sebuah bahasa menuju panggung dunia.

Bahasa Inggris tidak menjadi bahasa internasional hanya dalam satu atau dua dekade. Penyebarannya berlangsung selama berabad-abad, seiring dengan ekspansi politik dan perdagangan Inggris. Pengaruhnya kemudian semakin kuat berkat kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan budaya Amerika Serikat.

Ketika Perserikatan Bangsa-Bangsa berdiri pada 1945, bahasa Inggris telah memiliki posisi penting dalam komunikasi internasional. Pada 1 Februari 1946, bahasa Inggris bersama bahasa Prancis secara formal ditetapkan sebagai bahasa kerja PBB. Hingga kini, bahasa Inggris tetap menjadi salah satu dari enam bahasa resmi PBB sekaligus bahasa kerja organisasi tersebut.

Perjalanan bahasa Inggris menunjukkan bahwa internasionalisasi bahasa merupakan proses panjang yang tidak hanya bergantung pada luasnya penggunaan, tetapi juga pada dukungan institusional. Posisi dominan bahasa Inggris saat ini merupakan hasil dari proses internasionalisasi yang berlangsung selama berabad-abad, melalui penyebaran politik, ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya.

Bahasa Prancis memberikan pelajaran yang berbeda. Selama berabad-abad, bahasa ini menjadi bahasa penting dalam diplomasi dan kebudayaan Eropa. Namun, seiring dengan bergesernya pusat kekuatan ekonomi, politik, ilmu pengetahuan, dan teknologi dunia, dominasi bahasa Prancis dalam komunikasi internasional semakin berkurang, sementara bahasa Inggris semakin menguat.

Pelajaran lain dapat kita peroleh dari bahasa Mandarin, salah satu bahasa dengan jumlah penutur terbesar di dunia. Pengalaman Mandarin menunjukkan bahwa pengakuan formal tidak serta-merta membuat sebuah bahasa digunakan secara luas dalam berbagai forum internasional. Bahasa Mandarin telah menjadi salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak 1946. Namun, penggunaannya sebagai bahasa kerja di Majelis Umum baru ditetapkan pada 1973, disusul penggunaannya sebagai bahasa kerja Dewan Keamanan pada 1974.

Sementara itu, bahasa Spanyol memperlihatkan pentingnya dukungan institusi dalam memperluas jangkauan suatu bahasa. Pada 1991, Spanyol mendirikan Instituto Cervantes untuk mempromosikan pengajaran, pembelajaran, dan penggunaan bahasa Spanyol di seluruh dunia. Lembaga ini kemudian berkembang menjadi jaringan internasional yang memiliki pusat kegiatan di berbagai negara.

Pelajaran yang dapat kita petik cukup jelas: jumlah penutur memang penting, tetapi bukan satu-satunya penentu status internasional sebuah bahasa. Bahasa menjadi internasional ketika memiliki fungsi nyata dalam komunikasi lintas negara, didukung oleh kekuatan ekonomi, politik, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan, serta dikembangkan melalui institusi yang konsisten.

Dalam konteks ini, bahasa Indonesia memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang menjadi bahasa internasional. Bahasa Indonesia digunakan oleh masyarakat luas dan memiliki kedudukan yang kokoh sebagai bahasa nasional. Bahasa ini juga berperan penting dalam pendidikan, pemerintahan, media, ekonomi, dan kebudayaan. Selain itu, bahasa Indonesia relatif terbuka terhadap perkembangan kosakata dan istilah baru sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.



–