
loading…
Iran sebut intervensi militer AS di negara-negara Arab sangat merugikan. Foto/X
Berbicara pada konferensi pers di Teheran, Baghaei mengatakan negara-negara di kawasan—terutama negara-negara yang menempatkan fasilitas mereka di bawah kendali Amerika Serikat dan rezim Zionis selama perang baru-baru ini—harus mempertimbangkan kembali tindakan mereka.
“Jika di masa depan kita menyaksikan agresi lain oleh Amerika dan rezim Zionis dan wilayah mereka digunakan untuk menyerang Iran, tentu tanggapannya akan berbeda,” kata Baghaei, dilansir Press TV.
Ia menekankan bahwa semua negara di kawasan ini telah memiliki pengalaman pahit dengan kehadiran dan intervensi militer AS, menambahkan: “Kita adalah tetangga abadi.”
Baghaei mengatakan Iran telah dengan cepat dan jelas menyampaikan keluhannya kepada negara-negara regional, khususnya negara-negara yang menyediakan wilayah dan fasilitas kepada rezim AS dan Israel selama agresi militer.
Ia menekankan bahwa negara-negara ini memikul tanggung jawab internasional karena berpartisipasi dalam tindakan agresif.
Ia mencatat bahwa di sela-sela Sidang Umum PBB, para pejabat Iran mengadakan pertemuan yang baik dengan hampir semua negara Teluk Persia selatan.
Juru bicara itu juga menyinggung kehadiran perdana menteri Israel di UEA, memperingatkan bahwa rezim Zionis berupaya menabur benih pemberontakan di kawasan tersebut.
Ia menyerukan kepada negara-negara tetangga untuk tidak membiarkan fasilitas dan wilayah mereka disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak menunjukkan kepedulian terhadap keamanan dan kemakmuran regional.
Baghaei menggambarkan partisipasi Iran dalam Majelis Umum PBB ke-81 sebagai salah satu penampilan internasional negara yang paling sukses.

Leave a Reply