
loading…
Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva menang pemilu. Dia mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro yang didukung Presiden AS Donald Trump. Foto/OGlobo
Berdasarkan hasil resmi yang dilaporkan Reuters dan media pemerintah Brasil, Lula meraih sekitar 51,7 persen suara, sedangkan Flávio Bolsonaro memperoleh sekitar 48,2 persen.
Baca Juga: Lula Menang Pemilu Brasil untuk Ke-4 Kalinya, Kalahkan Bolsonaro yang Didukung Trump
Kemenangan ini menjadi babak terbaru dalam perjalanan politik Lula yang penuh liku, mulai dari masa kecil dalam kemiskinan, bekerja sebagai buruh pabrik, memimpin gerakan serikat pekerja, hingga pernah mendekam di penjara karena kasus korupsi yang putusannya kemudian dibatalkan.
Di balik kemenangannya, terdapat sejumlah fakta unik tentang kehidupan pribadi dan perjalanan politik Lula yang tidak banyak diketahui publik.
8 Fakta Unik Lula da Silva
1. Dari Keluarga Miskin, Pernah Jadi Penyemir Sepatu
Lula lahir pada 27 Oktober 1945 di Garanhuns, negara bagian Pernambuco, Brasil timur laut. Dia tumbuh dalam keluarga besar dengan kondisi ekonomi yang sulit. Lula merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara.
Ketika masih kecil, keluarganya pindah ke wilayah pesisir negara bagian Sao Paulo untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Perjalanan itu berlangsung selama sekitar 13 hari menggunakan truk yang dikenal di Brasil sebagai “pau de arara”, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut penumpang di bagian baknya.
Kehidupan di kota tidak serta-merta membuat keluarga Lula terbebas dari kemiskinan. Saat berusia 12 tahun, dia sudah bekerja di tempat pencucian pakaian. Dia juga pernah menjadi penyemir sepatu dan pesuruh kantor untuk membantu perekonomian keluarga.
Latar belakang tersebut kemudian menjadi bagian penting dari identitas politik Lula. Dalam perjalanan kariernya, dia kerap menempatkan kemiskinan, ketimpangan sosial, dan perlindungan pekerja sebagai isu utama.
2. Tak Punya Ijazah SMA
Salah satu fakta yang sering menjadi bahan perbincangan adalah latar belakang pendidikan Lula. Dia tidak pernah mengenyam pendidikan menengah atas, yang artinya dia memang tidak memiliki ijazah setara sekolah menengah atas (SMA).
Pendidikan formal yang ditempuh Lula hanya setara sekolah menengah pertama atau SMP. Saat berusia sekitar 14 tahun, dia mengikuti pelatihan di Serviço Nacional de Aprendizagem Industrial (SENAI), lembaga pendidikan dan pelatihan industri Brasil. Dia kemudian memperoleh kualifikasi sebagai operator mesin bubut atau torneiro mecânico.
Pendidikan tersebut membawanya masuk ke sektor industri logam, tempat dia bekerja sebagai buruh sebelum terjun lebih jauh ke gerakan serikat pekerja dan politik.
Lula bukan presiden Brasil pertama yang tidak memiliki gelar sarjana. Pemeriksaan fakta oleh media Brasil; UOL Confere dan Agência Lupa, menyebut Café Filho, yang menjabat presiden pada 1954–1955 setelah kematian Getúlio Vargas, juga tidak menyelesaikan pendidikan universitas.
3. Kehilangan Jari Kelingking akibat Kecelakaan Kerja
Lula memiliki ciri fisik yang cukup dikenal: dia kehilangan sebagian jari kelingking tangan kirinya.

Leave a Reply