
loading…
Salah satu bentuk tabaruk yang memiliki landasan hadis adalah mengambil berkah dari air Zamzam, air yang berasal dari sumur di Masjidil Haram, Makkah, ini memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Foto istimewa
Secara bahasa, berkah berarti tumbuh atau bertambah. Sementara secara istilah, berkah adalah kebaikan yang Allah Ta’ala letakkan pada sesuatu.
Pengasuh Ma’had Subuluna Bontang, Kalimantan Timur, Ustaz Ahmad Syahrin Thoriq menjelaskan, tabaruk merupakan aktivitas mengambil kebaikan atau berkah dari sesuatu yang Allah Ta’ala tetapkan memiliki keberkahan.
Dalam praktiknya, tabaruk memiliki ketentuan yang harus diperhatikan. Ada bentuk tabaruk yang dibolehkan berdasarkan dalil syariat, tetapi ada pula yang dilarang karena tidak memiliki landasan agama.
Baca juga: Tabarruk atau Ngalap Berkah, Bagaimana Sejarah dan Tuntunan Syariatnya?
Di antara bentuk tabaruk yang dijelaskan dalam sejumlah riwayat dan pembahasan ulama adalah mengambil berkah dari diri Rasulullah Muhammad ﷺ semasa hidup beliau, benda-benda peninggalannya, serta air Zamzam.
1. Bertabaruk dengan Diri Rasulullah ﷺ
Dalam sejumlah riwayat, para sahabat menunjukkan kecintaan dan penghormatan yang sangat besar kepada Rasulullah ﷺ. Mereka juga mengambil berkah dari diri beliau semasa hidupnya.
Salah satu riwayat tersebut disampaikan oleh Urwah, sebagaimana tercantum dalam hadis riwayat Imam Al-Bukhari.
وَاللَّهِ إِنْ تَنَخَّمَ نُخَامَةً إِلَّا وَقَعَتْ فِي كَفِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ فَدَلَكَ بِهَا وَجْهَهُ وَجِلْدَهُ وَإِذَا أَمَرَهُمْ ابْتَدَرُوا أَمْرَهُ وَإِذَا تَوَضَّأَ كَادُوا يَقْتَتِلُونَ عَلَى وَضُوئِهِ
Artinya: “Demi Allah, tidaklah Rasulullah ﷺ mengeluarkan dahak kecuali dahak itu jatuh pada telapak tangan salah seorang di antara mereka, kemudian ia mengusapkannya ke wajah dan kulitnya. Apabila beliau memerintahkan sesuatu, mereka segera melaksanakan perintahnya. Apabila beliau berwudu, mereka hampir berkelahi untuk mendapatkan air bekas wudu beliau.” (HR Al-Bukhari)
Riwayat tersebut menggambarkan kecintaan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ sekaligus menjelaskan praktik mengambil berkah dari diri beliau ketika masih hidup.

Leave a Reply