Menurut Wandayantolis, konsentrasi PM2.5 tersebut merupakan yang tertinggi sepanjang musim karhutla tahun ini. Ia memastikan pekatnya kabut di Palembang bukan berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau, melainkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Sumatra Selatan.

“Dari monitoring BMKG dan pengecekan lapangan, tidak ada debu erupsi yang sampai ke Palembang. Asap ini sumbernya dari karhutla,” katanya. Angin saat ini didominasi monsun Australia yang bergerak ke arah barat laut, membawa asap dari wilayah karhutla di Ogan Komering Ilir (OKI).

SISWA TK-SMP BELAJAR DARI RUMAH

Memburuknya kondisi udara membuat Pemerintah Kota Palembang mengalihkan kegiatan belajar mengajar untuk jenjang TK, SD dan SMP sederajat menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Rabu (9/9).

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Palembang Nomor 33 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Jadwal Kegiatan Belajar Mengajar sebagai Dampak Buruk Kabut Asap bagi Satuan Pendidikan di Kota Palembang.

Pemerintah menilai, anak-anak termasuk kelompok yang rentan terhadap paparan asap, di tengah meningkatnya gejala infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di kalangan siswa. Meski siswa belajar dari rumah, sekolah tetap diminta memastikan proses pendidikan berjalan sesuai kurikulum, capaian pembelajaran dan kalender pendidikan yang berlaku.

Guru juga diminta merancang kegiatan belajar yang aktif dan bermakna dengan memanfaatkan platform digital, sekaligus menyesuaikan beban tugas dengan kondisi anak selama berada di rumah. Sekolah tetap berkewajiban memberikan materi, pendampingan, aktivitas pembelajaran dan umpan balik kepada siswa.

Adapun program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan selama PJJ dengan mekanisme penyaluran yang disesuaikan. Jika makanan diambil melalui sekolah, pengambilan harus dilakukan secara terjadwal dan tertib, sementara aktivitas orangtua di ruang terbuka diminta diminimalkan.

Orangtua dan wali juga diminta membatasi aktivitas anak di luar rumah serta memantau kondisi kesehatan mereka. Kebijakan PJJ akan dievaluasi mengikuti perkembangan kualitas udara sebelum pemerintah menentukan apakah pembelajaran dari rumah diperpanjang atau siswa dapat kembali ke kelas.



Source link