loading…
Usep Setiawan, Peneliti Sosial Perkumpulan Lingkar Pembaruan Desa dan Agraria (KARSA) Yogyakarta. Foto: Dok Sindonews
Peneliti Sosial Perkumpulan Lingkar Pembaruan Desa dan Agraria (KARSA) Yogyakarta
TIGA bulan lebih, Kalimantan dan sejumlah daerah lain, diselimuti asap putih kekuning-kuningan akibat kebakaran hutan dan lahan . Konon asap sudah terkirim hingga ke negara tetangga. Pagi, siang, sore, dan malam, udara di luar cenderung pekat. Kian hari asap semakin tebal.
Asap Karhutla telah melewati ambang batas yang mengganggu pandangan dan pernapasan yang sumbernya perlu segera diselesaikan. Bayi, anak kecil, dan lansia menjadi pihak paling rentan terkena dampak karena menghirup udara tercemar asap yang tak dikehendaki bersama. Mereka harus dilindungi dan diselamatkan. Kalimantan dan lainnya menunggu hujan. Jika hujan turun, asap dan api akan berkurang signifikan, bahkan hilang.
Penulis pernah seminggu di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, turut merasakan dampak Karhutla. Fenomena Karhutla penting dikaitkan dengan inisiasi kerja bersama pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil guna menyiapkan gerakan konservasi tanaman untuk mencegah Karhutla dari hulu. Penting dibahas isu-isu strategis seputar konservasi tanaman.
Konservasi Tanaman
Secara teoritik, semangat konservasi bisa mencegah kebakaran sejak dini. Korelasi antara konservasi tanaman dengan Karhutla bersifat timbal balik dan saling mempengaruhi. Konservasi tanaman merupakan tameng tangguh pencegah Karhutla. Karhutla merupakan ancaman destruktif yang bisa menghancurkan materi konservasi. UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya harus efektif dirujuk.
Konservasi tanaman sejatinya mitigasi Karhutla. Pelestarian dan penanaman kembali vegetasi tertentu punya peran krusial dalam menekan risiko kebakaran. Menjaga kelembapan mikro-ekosistem, di mana kawasan dengan tutupan pohon yang rapat dan tajuk yang padat menciptakan lingkungan bawah tajuk yang lembap. Kelembapan yang tinggi mempersulit api menyala atau merembet. Makin lebat hutan, makin jauh potensi kebakaran.

Leave a Reply