loading…

Direktur Eksekutif CBA Uchok Sky Khadafi menilai bengkaknya biaya konstruksi proyek jalan tol Harbour Road II (Ancol Timur–Pluit) yang dimiliki Jusuf Hamka perlu ditelusuri aparat penegak hukum. Foto/SindoNews

JAKARTA – Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengungkakan temuan mengenai biaya konstruksi proyek Jalan Tol Harbour Road II (Ancol Timur–Pluit) yang bengkak dari Rp6,8 triliun menjadi Rp8,4 triliun. Dia menilai bengkaknya biaya konstruksi proyek jalan tol yang dimiliki Jusuf Hamka alias Babah Alun melalui PT Citra Marga Nusaphala Tbk (CMNP) tersebut perlu ditelusuri aparat penegak hukum.

Pasalnya, angka tersebut dalam penelusurannya tidak dievaluasi oleh pemerintah maupun Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

Baca juga: Soroti Status Wantimpres Jusuf Hamka, Muslim Arbi: Kasus Tol CMNP Cawang-Pluit Kok Mandeg di Kejagung?

Diketahui, Jalan Tol Harbour Road II merupakan proyek jalan tol layang (elevated) yang dikembangkan oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), dengan panjang sekitar 9,6 km-9,7 km.

Dalam diskusi bertajuk “Membongkar Mafia Oligarki di Jalan Tol Era Jokowi” di Hotel Sofyan Cut Meutia, Menteng, Jakarta, Senin (12/10/2026), Uchok mempertanyakan dasar kenaikan anggaran itu.

Dia menyebut biaya konstruksi proyek tersebut awalnya direncanakan sebesar Rp6,8 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp7 triliun sebelum akhirnya mencapai Rp8,4 triliun.



–