
loading…
Bekerja bagian dari ikhtiar manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun, kerja keras tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta yang berhasil dikumpulkan. Ada nilai ibadah, tanggung jawab, serta keberkahan yang juga harus diperhatikan. Foto ilustrasi
Dalam Islam, bekerja dan berusaha merupakan bagian dari ikhtiar manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup. Namun, kerja keras tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta yang berhasil dikumpulkan. Ada nilai ibadah, kejujuran, tanggung jawab, serta keberkahan yang juga harus diperhatikan.
Hakikat kehidupan di dunia memang menuntut manusia untuk berjuang. Setiap orang perlu berusaha memenuhi kebutuhan pokok, menafkahi keluarga, menunaikan kewajiban kepada Allah SWT, serta memberikan manfaat kepada sesama.
Kerja keras berarti mengerahkan kemampuan secara optimal untuk mencapai hasil terbaik. Ikhtiar tersebut mencakup kesungguhan fisik, kecermatan berpikir, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri. Setelah berusaha, seorang Muslim juga dituntut bertawakal kepada Allah SWT.
Baca juga: Mitos Larangan Menikah di Bulan Jumadil Awal, Benarkah Bisa Mendatangkan Sial?
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 159:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.”
Ayat tersebut mengingatkan bahwa tawakal merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Namun, tawakal bukan alasan untuk berpangku tangan. Seorang Muslim tetap harus melakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh, kemudian menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.
Kerja Keras dan Kemuliaan dalam Islam
Islam memandang pekerjaan yang halal sebagai sesuatu yang terhormat. Rasulullah SAW bahkan menegaskan keutamaan makanan yang diperoleh dari hasil usaha sendiri.
Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:
مَا أَكَلَ أَحَدٌ طَعَامًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْكُلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
Artinya: “Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada makanan yang berasal dari hasil kerja tangannya sendiri.” (HR Al-Bukhari)

Leave a Reply