
loading…
Ketua Forum Ekosistem Jaringan Jalan Tol MTI M. Alkautsar (Kanan) bertemu Ketua Umum APTISI Prof. Budi Djatmiko (Kiri) di Kompleks Kantor Pos Pusat, Rabu (21/10/2026). Foto: Istimewa
Penjajakan kerja sama MTI dengan APTISI ini untuk melibatkan perguruan tinggi dalam mengkaji dan mengevaluasi kebijakan jalan tol nasional. Kampus diharapkan menjadi ruang independen untuk menguji kebijakan tarif, Standar Pelayanan Minimal (SPM), keselamatan pengguna, hingga dampak sosial-ekonomi pembangunan infrastruktur.
Kerja sama yang dijajaki mencakup penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum Of Understanding (MoU), pembentukan jejaring riset, serta penyelenggaraan focus group discussion (FGD) di sejumlah perguruan tinggi.
“Kita ingin menjadikan kampus sebagai laboratorium kebijakan jalan tol nasional. Kebijakan tarif, Standar Pelayanan Minimal, keselamatan, hingga dampak sosial ekonomi pembangunan jalan tol harus memiliki ruang pengujian akademik yang independen dan objektif,” kata Alkautsar dalam keterangan persnya.
Menurut Alkautsar, FGD akan digelar dari kampus ke kampus dengan melibatkan akademisi, mahasiswa, pemerintah, regulator, badan usaha jalan tol (BUJT), serta masyarakat pengguna jalan. Setiap perguruan tinggi diharapkan membedah persoalan jalan tol berdasarkan karakteristik wilayah masing-masing dan merumuskannya menjadi rekomendasi kebijakan.
Isu yang akan dibahas antara lain penyesuaian tarif, kualitas pelayanan, keselamatan pengguna jalan, pengawasan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta manfaat ekonomi pembangunan jalan tol bagi masyarakat sekitar. Hasil kajian tersebut akan didorong menjadi masukan bagi Kementerian Pekerjaan Umum, BPJT, dan Komisi V DPR.

Leave a Reply