loading…

Presiden Emmanuel Macron marah dan malu atas kerusuhan yang tak terkendali di Prancis. Foto/elysee.fr/X/@APchris06/@Xirthe_v1

PARIS – Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam kerusuhan “tak terkendali” yang pecah dalam demo memprotes tingginya biaya hidup di seluruh negeri. Protes yang semula damai berubah menjadi demo anarkistis, di mana massa membakar gedung-gedung, menjarah toko-toko mewah, dan menyerang pasukan polisi.

Hampir 2.400 orang ditangkap dalam kerusuhan, yang digambarkan para pejabat sebagai salah satu kekerasan perkotaan terburuk di Prancis dalam beberapa tahun terakhir. Hampir 1.000 polisi dan gendarme terluka, tujuh di antaranya serius, menurut data Kementerian Ddalam Negeri.

Baca Juga: Prancis Membara, Toko-toko Mewah Dijarah Massa: dari Apple, Hermes, hingga Louis Vuitton

Dalam pidatonya kepada rakyat Prancis pada Minggu malam, Macron mengatakan bahwa pemerintah daerah dapat melarang, “jika perlu”, demonstrasi tertentu dalam beberapa hari mendatang. Namun, dia tidak mengumumkan tindakan drastis, seperti keadaan darurat atau jam malam.

“Malam ini, kita semua merasakan kemarahan dan rasa malu,” kata Macron tentang kehancuran yang disebabkan oleh protes yang meliputi pembakaran balai kota dan penjarahan atau kerusakan ratusan bisnis.

“Melihat gambar-gambar ini, kita semua bertanya pada diri sendiri: apa yang ada di pikiran mereka? Bagaimana orang Prancis bisa melakukan ini pada Prancis?” kata Macron, yang menegaskan bahwa harus ada perbedaan antara demonstran dengan “tuntutan yang sah” dan “mereka yang menghancurkan, merusak, dan menjarah”.

“Pihak berwenang akan tanpa kompromi terhadap para penghasut dari kelompok-kelompok pinggiran sayap kiri ekstrem, yang bergabung dengan banyak pelaku kejahatan, yang melepaskan kekerasan tanpa batas di kota-kota kita,” lanjut Macron, yang dilansir kantor berita AFP, Senin (19/10/2026).

Laporan media tersebut mengatakan polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut pada hari Minggu ke ratusan orang yang berkumpul di sebuah alun-alun Paris menyusul seruan di media sosial untuk berkumpul yang menurut pihak berwenang belum disetujui.

Botol dan batu dilemparkan ke arah polisi, yang melakukan 108 penangkapan di seluruh kota, menurut pihak berwenang. Setidaknya lima toko dijarah di sekitar alun-alun Republique.



–