
loading…
Arjuna Putra Aldino, Direktur Eksekutif, Geopolitics and Global Political Economy Studies (G2PES) Indonesia. Foto/Dok. SindoNews
Direktur Eksekutif, Geopolitics and Global Political Economy Studies (G2PES) Indonesia
ALKISAH, kegegeran itu bermula ketika sebuah lembaga penyedia indeks saham global yang dijadikan acuan para investor dan pesohor surat berharga itu, yang bernama Morgan Stanley Capital International alias MSCI mengunggah pengumuman tentang sejumlah saham Indonesia yang akan masuk ke dalam Indeks MSCI Global Standard.
Berdasarkan data yang tersedia, saham milik konglomerat Prajogo Pangestu adalah yang terbanyak lolos dan masuk ke dalam Indeks MSCI Global Standard, layaknya saham PT Chandra Asri Pacific Tbk alias TPIA yang diumumkan masuk pada 14 Mei 2024, PT. Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Petrosea Tbk (PTRO), diumumkan masuk pada 7 Agustus 2025. Kemudian disusul emiten PT. Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang diumumkan masuk pada 7 November 2025 serta emiten milik Sinar Mas Grup yakni, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang diumumkan pada 7 Agustus 2025.
Sontak, kemudian pascapengumuman masuknya sederet saham-saham milik pesohor ini ke dalam Indeks MSCI Global Standard yang bergengsi itu, maka tak lama, manajer investasi global dan lembaga pengelola dana pasif (passive fund) berbondong-bondong mengoleksi saham milik konglomerat Indonesia ini. Berdasarkan data Bloomberg Januari 2026, Blackrock terungkap telah menambah 1.076.643 saham TPIA dengan transaksi pembelian yang berlangsung pada Januari 2026. Usai transaksi itu, kepemilikan Blackrock atas saham TPIA mencapai 243.861.788 saham. Jumlah ini setara dengan 0,28%.
Blackrock juga kedapatan memborong 656.453 saham BREN pada Januari 2026 hingga kepemilikannya menyentuh 275.956.335. Sepadan dengan 0,21% dari total keseluruhan saham beredar. Selain Blackrock, perusahaan investasi asal AS; Dimensional Fund Advisors LP juga memborong 4.734.308 saham Barito Renewables Energy.
Adapun jumlah saham kepemilikannya per Januari 2026 mencapai 27.927.700, yang setara dengan 0,02% dari total keseluruhan saham beredar. Dimensional Fund, juga membeli 1.269.439 saham CUAN. Total kepemilikan Dimensional di saham CUAN kini mencapai 124.268.671 saham.
Tidak cukup, JPMorgan Chase and Co. juga terpantau memborong saham TPIA sebanyak 419.200 saham 2026. Dengan demikian, total kepemilikan sahamnya sejumlah 807.000. JPMorgan juga turut memborong sebanyak 1.763.900 saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), dengan total kepemilikan 1.785.900.
Jauh sebelum Januari 2026, mengacu data Bloomberg Desember 2024, Blackrock juga kedapatan menggenggam 228 juta saham Chandra Asri Pacific (TPIA) atau tepatnya 228.033.245 yang juga setara dengan 0,26% total keseluruhan saham TPIA dengan total dana investasi Blackrock mencapai lebih dari Rp1,89 triliun.
Kemudian, total kepemilikan saham Blackrock di emiten Barito Renewables Energy (BREN) yang juga merupakan saham entitas Grup Barito milik Prajogo Pangestu terdapat 137 juta saham atau tepatnya 137.779.100 setara dengan 0,10% total saham beredar yang disetor penuh BREN. Dengan catatan tersebut, nominal dana investasi oleh Blackrock di emiten BREN mencapai total Rp1,02 triliun.
Selain Blackrock, ada juga nama fund manager asing Vanguard, perusahaan investasi unggulan global asal Amerika Serikat juga menggenggam 50 juta lembar saham CUAN atau tepatnya 50.270.433 saham yang mencapai 0,45% total saham disetor penuh, dengan nominal dana investasi mencapai Rp361,95 miliar.
Di waktu yang sama, saham emiten pelat merah justru banyak dilego investor asing yakni PT Bank Rakyat Indonsia Tbk (BBRI) yaitu Rp 235,3 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yaitu Rp 127,4 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) yakni Rp 49,8 miliar.
Sebagai tambahan, berdasarkan data Bloomberg Juli 2025, Blackrock juga enggenggam 246 juta saham atau mencapai 246.571.565 yang juga setara dengan 0,29% total keseluruhan saham TPIA dengan total dana investasi Blackrock mencapai lebih dari Rp2,31 triliun.
Kemudian, total kepemilikan saham Blackrock di saham Barito Renewables Energy (BREN) yang juga merupakan entitas Grup Barito milik Prajogo Pangestu tercatat 90 juta saham atau tepatnya 90.795.100 setara dengan 0,07% total saham beredar yang disetor penuh BREN.
Dengan catatan tersebut, nominal dana investasi oleh Blackrock di saham BREN mencapai total Rp719,55 miliar. Blackrock juga menggenggam 11 juta saham Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) atau tepatnya 11.999.000 yang setara dengan 0,01% saham, dengan begitu total dana investasi Blackrock pada saham CUAN mencapai lebih dari Rp19,49 miliar.
Selain Blackrock, Vanguard juga menggenggam 667 juta lembar saham CUAN atau tepatnya 667.360.000 saham yang mencapai 0,59% total saham disetor penuh, dengan nominal dana investasi mencapai Rp1,08 triliun. Begitu juga dengan DSSA, saham milik Sinar Mas Grup. Sebelum masuk indeks MSCI, selama periode 30 Desember 2024-7 Agustus 2025, harga saham DSSA sudah tumbuh 77% (year-to-date/ytd).

Leave a Reply