loading…

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti (tengah) menyampaikan, pihaknya mendeteksi ada 12 daerah berbahaya yang tersebar di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Foto/Achmad Al Fiqri

JAKARTA – Kementerian Kesehatan ( Kemenkes ) mencatat 219.559 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut ( ISPA ) imbas kebakaran hutan dan lahan ( karhutla ) di 7 provinsi dan 63 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, sebanyak 63.711 kasus ISPA diderita anak di bawah usia lima tahun (balita).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes Then Suyanti menyampaikan, pihaknya mendeteksi ada 12 daerah berbahaya yang tersebar di wilayah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau. Jumlah itu didata hingga Selasa (13/10/2026) per pukul 13.30 WIB.

“Tentunya ini berakibat terhadap risiko kesehatan, karena kita tahu asap kebakaran hutan dan lahan mengandung partikel halus yaitu PM 2.5, maupun karbon monoksida, nitrogen dioksida, dan senyawa organik beracun yang dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti ISPA,” kata Then saat jumpa pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, Rabu (14/10/2026).

Baca Juga: Selly PDIP: Karhutla Meluas, Perlindungan Warga, Flora dan Fauna Tak Boleh Tersandera Status Bencana

Kemenkes mencatat pertumbuhan kasus ISPA mencapai 3.897 per hari. Bahkan, total jumlah kasus ISPA menembus lebih dari 200 ribu kasus, dengan rincian 63.711 kasus diderita balita dan 219.559 diderita usia di atas lima tahun.

“Secara kumulatif ini ada 283.270 dengan kasus terbanyaknya di usia di atas 5 tahun yaitu 219.559 di 7 provinsi, 63 kabupaten/kota. Dan paling banyak kalau kita lihat di Kalimantan Selatan sebanyak 74.636, diikuti oleh Sumatera Selatan 74.458,” ucap Then.

Then menyampaikan, pihaknya telah melakukan tindakan promotif preventif untuk mencegah peningkatan kasus ISPA. Salah satunya, melakukan edukasi promosi untuk mengurangi risiko krisis kesehatan.



–