loading…

Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini pihaknya telah merencanakan untuk meningkatkan alokasi BBM pertalite pasca peralihan konsumsi. Foto/Dok

JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia mengatakan, saat ini pihaknya telah merencanakan untuk meningkatkan kuotaBBM pertalite pasca peralihan konsumsi BBM beroktan tinggi seperti Pertamax, Pertamax Green, Pertamax Tubro, dan sebagainya. Bahlil mengatakan rencana tersebut berdasarkan hasil evaluasi dari kenaikan jumlah konsumsi pertalite yang terjadi sepanjang 2026 pada periode Januari – Agustus.

Namun ia belum mendetail seberapa besar jumlah kenaikan konsumsi BBM subsidi itu di tahun 2026, yang menjadi dasar volume kenaikan alokasi. ” Pertalite nanti coba saya akan lakukan exersixe di akhir bulan ini. Tetapi memang terjadi peningkatan dibanding 2026, ada kenaikan, karena ada kenaikan berarti ada penambahan kuota,” ujarnya saat ditemui di Kementerian ESDM, Jumat (23/10/2026).

Bahlil menjelaskan, Pemerintah telah menghitung ulang kapasitas fiskal terkait penambahan kuota BBM Subsidi di tengah lonjakan harga minyak dunia saat ini. Kondisi ini juga yang membuat harga BBM non subsidi mengalami kenaikan dan masyarakat beralih ke BBM subsidi.

Baca Juga: Antrean Panjang di SPBU, Bahlil Minta Pengguna Mobil Mewah Tak Pakai BBM Subsidi

“Karena ada kenaikan, pasti akan terjadi penambahan kuota. Ada pergeseran (shifting) dari RON 92 ke RON 90. Sebagian mengalami pergeseran, sehingga kita akan melakukan penyesuaian (alokasi kuota),” tambahnya.

Sebelumnya, berdasarkan data Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BPH Migas) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI pada 26 Agustus lalu, memang terdapat peningkatan konsumsi BBM subsidi pasca kenaikan harga BBM non subsidi, khususnya periode pada periode 1 April hingga 20 Agustus 2026.



–