loading…

Jennifer Coppen dan Kirana Larasati diduga terseret investasi bodong logam mulia. Foto: AI

JAKARTA – Korban dugaan investasi bodong berupa emas dan perak PT Divine Gold Jewelry, Bernard, buka suara mengenai kronologi kasus tersebut yang kini sudah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Jumat (9/10/2026).

Usai membuat laporan resmi, pria tersebut menceritakan kronologi dirinya menjadi korban. Bernard mengaku harus menelan pil pahit setelah uang miliknya senilai Rp1 miliar raib imbas dugaan penipuan berkedok pre-order (PO) emas dan perak tersebut.

“Awal mulanya saya juga takut karena ini sistemnya PO, ada uang tapi belum ada barang. Jadi saya beli cuma sedikit dulu. Menunggu 1 bulan beneran dikirim, lalu saya tes keasliannya ke toko emas, dites kadar peraknya, dan benar itu asli. Jadi ya saya beli terus, jadi umpannya itu asli,” ucap Bernard usai membuat laporan.

Baca Juga : Jennifer Coppen hingga Kirana Larasati Terseret Dugaan Penipuan Emas Rp25 Miliar, Korban Lapor Polisi

Kepercayaannya meningkat karena perusahaan tersebut membuka gerai fisik di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Namun, masalah mulai muncul saat pengiriman barang kerap molor dengan dalih operasional libur Lebaran.



–