
loading…
Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menilai terpilihnya Luiz Inácio Lula da Silva sebagai Presiden Brasil untuk kali kedua memperkuat poros kerja sama Brasil–Indonesia. Foto/istimewa
“Kedua negara memiliki modal yang mirip. Masing-masing berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa, memiliki hutan tropis terbesar di kawasannya, dan menjadi lumbung pangan serta mineral bagi dunia,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Menurut Budiman, keduanya juga anggota G20 dan BRICS, sekaligus demokrasi yang menjalin kemitraan dengan semua pihak tanpa harus memilih blok. Selama berabad-abad, kekayaan itu lebih banyak keluar sebagai bahan mentah, sementara nilai tambahnya dinikmati di tempat lain.
Baca juga: Gempa NTT, BP Taskin: Penanganan Pascagempa Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi
Kini, Brasil dan Indonesia sama-sama bergerak dari posisi pemasok menjadi penentu nilai tambah. Brasil lewat kebijakan industri barunya dan pengembangan bioenergi, Indonesia lewat hilirisasi mineral, Danantara, serta industrialisasi desa melalui koperasi. “Brasil dan Indonesia terlalu besar untuk menjadi pengikut. Kami memilih menjadi penentu, dimulai dari piring rakyat sendiri,” ujarnya.

Leave a Reply