JAKARTA: Pemerintah mulai menguji coba program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan untuk mengurangi risiko keracunan makanan dan kendala distribusi. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan skema tersebut telah diterapkan di 66 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 10 provinsi.
Zulhas menjelaskan perubahan metode penyajian tersebut disiapkan setelah pemerintah membandingkan pelaksanaan program serupa di sejumlah negara.
“Sudah ada dites ini piloting MBG secara prasmanan untuk mengurangi hal-hal seperti keracunan, delivery yang panjang, makanan dingin dan seterusnya. Sudah dicoba 66 SPPG di 10 provinsi,” katanya dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (19/10), dikutip Bisnis.
Menurut Zulhas, hasil awal uji coba menunjukkan sistem prasmanan dapat mengurangi jumlah makanan yang tersisa atau food waste.
Metode tersebut juga memungkinkan makanan disiapkan lebih dekat dengan lokasi penerima sehingga waktu pengiriman dapat dipersingkat.
“Kita mulai dengan sistem prasmanan. Makanannya masih hangat dan mengurangi faktor delivery atau pengiriman,” jelasnya.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan hasil uji coba selama sepekan juga menunjukkan respons positif dari siswa.
Menurutnya, makanan yang disajikan melalui sistem prasmanan lebih segar dan hangat. Siswa juga memiliki kesempatan menambah porsi apabila masih tersedia makanan.
“Kalau secara berdasarkan piloting yang seminggu ini, itu kita lihat hasilnya dari sisi tingkat kehabisannya lebih bagus. Kemudian freshness dari makanan yang disajikan lebih baik, lebih hangat. Terus antusiasme siswanya juga lebih senang ya, karena selain porsi yang dia dapat, kalau masih ada sisa masih bisa nambah,” ujar Sudaryono.

Leave a Reply