
loading…
Di era Presiden Xi Jinping, posisi Politbiro Partai Komunis China semuanya diisi etnis Han dan tak ada satu pun perempuan. Foto/VoA Chinese/via Wikipedia
Pada Oktober 2025, partai memecat Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong. Mantan Sekretaris Partai Xinjiang Ma Xingrui menyusul pada Juli 2026, dan jenderal top Zhang Youxia pada bulan lalu.
Baca Juga: China Borong Lebih dari 1.000 Ton Emas, Ada Apa di Balik Ambisi Beijing?
Pemberhentian ini menyisakan Politbiro aktif berjumlah 21 orang—sebuah konsentrasi kekuasaan yang mencerminkan karakteristik penting di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping.
“Keberagaman ada di bagian bawah sistem politik, sering kali melalui kuota dan aturan administratif. Keberagaman itu menghilang di tempat di mana keputusan paling menentukan dibuat,” ujar Chandu Doddi, Asisten Profesor Centre for Chinese Studies dari Jawaharlal Nehru University, seperti dikutip dari Irrawaddy, Sabtu (24/10/2026).
Corong yang Menyempit
Kontras ini bermula dari komposisi keanggotaan partai secara keseluruhan. Pada akhir 2025, perempuan menyumbang 31,5 persen dari total 101,3 juta anggota Partai Komunis China, sementara anggota etnis minoritas mencapai 7,8 persen. Di antara anggota baru yang diterima pada tahun 2025, perempuan mencapai 46,5 persen dan etnis minoritas 10,2 persen, menurut Departemen Organisasi Pusat.
Representasi juga terlihat jelas pada Kongres Partai ke-20. Sebanyak 2.296 delegasinya mencakup 619 perempuan (27 persen) dan 264 anggota etnis minoritas (11,5 persen) dari 40 kelompok minoritas. Namun, corong tersebut menyempit drastis. Hanya 11 dari 205 anggota penuh Komite Sentral ke-20 yang berjenis kelamin perempuan, sementara sembilan berasal dari kelompok etnis minoritas. Di tingkat Politbiro, kedua angka tersebut merosot menjadi nol.
Hal ini bukanlah cerita sederhana tentang kurangnya kandidat yang memenuhi syarat. Shen Yiqin, seorang perempuan dari etnis Bai, pernah menjabat sebagai Gubernur Guizhou dan Sekretaris Partai Provinsi sebelum Kongres 2022. Dia menjadi seorang kanselir negara (state councilor) pada tahun 2023 dan kemudian Presiden Federasi Perempuan Seluruh China, namun tidak pernah berhasil masuk ke Politbiro.

Leave a Reply