loading…

NEW YORK – Film fiksi ilmiah sering menggambarkan wilayah galaksi di sekitar Bumi sebagai tempat yang dipenuhi peradaban ekstraterestrial yang jauh lebih maju daripada umat manusia.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Astrobiology , yang dipimpin oleh Chris Doughty, Profesor Informatika Ekologi di Northern Arizona University, menunjukkan bahwa evolusi kehidupan kompleks di planet ekstrasolar sangat bergantung pada jumlah total energi yang dikumpulkan oleh tumbuhan, bukan hanya pada usia planet tersebut.

Banyak planet yang mengorbit bintang-bintang di dekat Bumi mungkin terbentuk miliaran tahun lebih awal daripada planet kita sendiri.

Namun, jika kondisi fotosintesis di planet-planet ini kurang menguntungkan, kehidupan dapat berevolusi dengan kecepatan yang jauh lebih lambat.

Dari 29 planet ekstrasolar terdekat – planet di luar Tata Surya kita yang berpotensi memiliki air cair – tim peneliti hanya mengidentifikasi dua planet yang mungkin telah berevolusi melampaui tahap perkembangan Bumi saat ini. Planet-planet tersebut adalah GJ 1061c dan K2-3d.

Keduanya lebih besar, lebih panas, lebih terang, dan lebih tua daripada kebanyakan planet mirip Bumi di sekitar galaksi kita.

Tiga planet lain mungkin telah mencapai tahap evolusi yang sebanding dengan era Mesozoikum Bumi, periode yang pernah didominasi oleh dinosaurus.

Di Bumi, wilayah yang hangat dan lembap umumnya memiliki tingkat pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi serta ekosistem dan populasi spesies yang lebih kaya dibandingkan wilayah yang dingin dan kering.

Para ilmuwan percaya bahwa pertumbuhan tanaman yang pesat menghasilkan lebih banyak energi dan memperluas ruang ekologis yang tersedia bagi hewan.



–