
loading…
Meski bergabung dengan Aliansi Mekkah, Presiden Turki klaim negaranya tak akan terseret dalam perang. Foto/X
“Kami telah menjauhkan negara kami dari konflik di sekitar kita. Kami tidak tunduk pada provokasi. Kami tidak terjebak dalam perangkap ataupun terseret ke dalam provokasi,” ujar Erdogan di Kompleks Kepresidenan di Ankara pada hari Senin.
Meski Bergabung dengan Aliansi Mekkah, 3 Strategi Erdogan Agar Turki Tak Terseret dalam Perang
1. Menggunakan Kesabaran, Kecerdasan dan Akal Sehat
Ia menyatakan bahwa pemerintahannya berhasil menangani perkembangan regional yang sulit melalui kesabaran, kecerdasan, dan akal sehat. Ia menambahkan bahwa para pejabat terus bekerja sepanjang waktu untuk melindungi Türkiye dari dampak krisis yang kian meningkat.
Presiden menyoroti perang Rusia-Ukraina, serangan Israel yang terus berlanjut terhadap Palestina, serta ketegangan yang melibatkan negara tetangga, Iran, sebagai sumber kekhawatiran utama.
“Perang Rusia-Ukraina di sebelah utara kita akan memasuki tahun kelima dalam beberapa bulan ke depan. Serangan Israel terhadap Palestina terus berlanjut tanpa henti, meskipun telah ada perjanjian yang ditandatangani,” katanya.
Erdogan menyebutkan bahwa ketegangan di Iran belum sepenuhnya mereda ketika konflik baru muncul di Yaman. Ia menambahkan bahwa serangan oleh milisi Houthi Yaman terhadap Arab Saudi telah semakin memperparah ketidakstabilan regional.
Sembari menggambarkan Arab Saudi sebagai negara sahabat dan saudara, ia juga menyinggung serangan terhadap sebuah bandara di Riyadh yang menurutnya telah menewaskan banyak orang—termasuk umat Muslim yang sedang menunaikan ibadah Umrah serta melukai ratusan orang lainnya.
2. Turki Dikelilingi Lingkaran Api
Erdogan menyatakan bahwa situasi di Lebanon masih mengkhawatirkan dan menuduh Israel berupaya mengguncang stabilitas Suriah, terlepas dari apa yang ia gambarkan sebagai perkembangan positif di negara tersebut.

Leave a Reply