
loading…
Militer Pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi memulai perang besar-besaran untuk merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok Houthi. Foto/Al Masirah TV
Houthi, yang juga dikenal sebagai Ansar Allah (Pendukung Allah) dan pendukung Iran, merupakan kelompok pemberontak bersenjata yang menguasai sebagian besar wilayah Yaman, termasuk ibu kota Sanaa.
Baca Juga: Houthi Merudal Situs Minyak Aramco, Klaim Balas Dendam atas Agresi Arab Saudi
Dalam pidato yang disiarkan televisi, al-Alimi mengatakan pasukan pemerintah yang diakui secara internasional akan memperluas kewenangan negara dan lembaga-lembaganya ke seluruh wilayah nasional.
“Kami telah memerintahkan angkatan bersenjata, pasukan keamanan, dan seluruh formasi militer untuk mulai melaksanakan tugas yang telah diberikan berdasarkan rencana yang telah disetujui, hingga negara ini dibebaskan dari Houthi,” katanya, seperti dikutip dari Al Jazeera, Senin (5/10/2026).
Al-Alimi menambahkan bahwa seluruh lembaga negara akan ditempatkan dalam status siaga penuh hingga misi selesai dan kemenangan tercapai.
Klaim Bunuh 700 Milisi Houthi
Perkembangan tersebut terjadi setelah tentara pemerintah Yaman dan pasukan yang bersekutu dengannya melakukan 257 operasi penargetan presisi terhadap posisi, pergerakan, dan kemampuan militer Houthipada hari Sabtu.
Juru bicara pasukan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, Kolonel Majed Abdullah al-Nazili, mengatakan operasi tersebut menewaskan sedikitnya 700 anggota Houthi, berdasarkan perkiraan awal.

Leave a Reply