loading…

Aliansi Pertahanan Bersama Makkah, yang dijuluki NATO Islam, aktifkan komitmen pertahanan kolektifnya dan memerintahkan pengerahan cepat kekuatan serta kemampuan militer ke Arab Saudi menyusul serangan Houthi Yaman. Foto/Mustafa Hatipoglu/Anadolu

RIYADH – Aliansi Makkah, yang dijuluki “NATO Islam”, telah mengaktifkan komitmen pertahanan kolektifnya dan memerintahkan pengerahan cepat kekuatan serta kemampuan militer ke Arab Saudi. Langkah ini diambil setelah Kerajaan Arab Saudi diserang kelompok Houthi Yaman.

Arab Saudi, Turki, dan Pakistan mengambil keputusan tersebut dalam pertemuan darurat Aliansi Pertahanan Makkah di Riyadh pada hari Senin. Dalam pernyataan bersama, mereka mengecam upaya penargetan terhadap kota suci Islam; Makkah dan Madinah, serta serangan terhadap kota-kota Saudi dan infrastruktur sipil maupun ekonomi.

Baca Juga: Mengapa ‘NATO Islam’ Tak Menolong Arab Saudi dari Serangan Houthi Yaman?

“Diputuskan untuk segera beralih ke pelaksanaan praktis komitmen pertahanan kolektif dan mengambil langkah-langkah untuk menyediakan kekuatan serta kemampuan militer yang telah disepakati, sekaligus memastikan pengerahan cepat pasukan ke Arab Saudi,” bunyi pernyataan bersama aliansi tersebut.

Dinyatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapan dan integrasi militer serta memperkuat kapasitas kolektif ketiga negara dalam menghadapi dan menangkal ancaman.

Aliansi Pertahanan Makkah dibentuk pada bulan Agustus berdasarkan kesepakatan yang menganggap serangan bersenjata terhadap salah satu anggota sebagai serangan terhadap ketiganya, yang mencerminkan prinsip pertahanan kolektif Pasal 5 NATO.



–