
loading…
Estonia bersiap menyerang St. Petersburg. Foto/X/@SprinterPress
Di tengah maraknya misinformasi dan disinformasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dari anggota NATO di Eropa, Tallinn menyajikan usulan peningkatan kekuatan militer ini sebagai bentuk pencegahan, seandainya Moskow “menguji” NATO.
Namun, pimpinan Rusia telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak berniat menyerang blok militer yang dipimpin AS tersebut. Moskow juga telah memperingatkan bahwa konflik langsung apa pun dengan NATO kemungkinan besar akan meningkat menjadi perang nuklir.
Negara NATO Ini Bersiap Serang St. Petersburg, Ini 3 Persiapannya
1. Menyiagakan Pasukan di Sepanjang Perbatasan Rusia
Surat kabar Inggris tersebut melaporkan pada hari Senin bahwa Estonia sedang mengerahkan pasukan tambahan di sepanjang perbatasan Rusia dan mengakuisisi sistem rudal taktis yang mampu menjangkau St. Petersburg. Sistem tersebut mencakup peluncur HIMARS buatan AS dan Chunmoo buatan Korea Selatan, yang keduanya dapat menembakkan proyektil jarak jauh.
Menurut laporan tersebut, Estonia juga berlatih bersama Inggris dalam latihan “Spring Storm” tahun ini menggunakan drone jet kamikaze Nyan, yang juga dapat menjangkau kota terbesar kedua Rusia dari wilayah Estonia.
2. Mengerahkan Pasukan Cadangan
Negara Baltik ini memiliki pasukan reguler yang hanya berjumlah 4.200 personel, namun berencana memperkuatnya dengan puluhan ribu tentara cadangan jika ketegangan dengan Rusia meningkat.
Bulan lalu, Menteri Pertahanan Martin Herem mengatakan dalam sebuah kuliah umum bahwa Tallinn tidak mampu mempertahankan pasukan yang dimobilisasi di lapangan dalam waktu lama.
“Saya pernah berseloroh bahwa jika kita mencapai zona oranye di sana dan melakukan mobilisasi, namun Rusia tidak menyerang, maka secara ekonomi lebih tepat jika kita menyerang diri kita sendiri,” ujarnya. “Dengan begitu, setidaknya kita tahu kapan hal itu akan dimulai, dan kita tidak akan membuang-buang makanan serta udara secara percuma.”

Leave a Reply