
loading…
OJK mengungkapkan telah memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi terkoreksi hingga level 5.000-an sejak Februari 2026. Foto/Dok
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi mengatakan, otoritas sejak awal telah memperhitungkan bahwa reformasi struktural yang dilakukan akan menimbulkan tekanan terhadap pasar dalam jangka pendek.
Hasan mengungkapkan, level IHSG di kisaran 5.000-an bahkan telah menjadi pembahasan di internal OJK sejak Februari 2026. Perkiraan tersebut pada awalnya dihitung dengan mempertimbangkan dampak reformasi struktural pasar modal, di luar berbagai faktor eksternal lainnya.
Baca Juga: IHSG Berakhir Ambruk 1,88%, Rupiah Terguncang ke Rp17.915 per Dolar AS
“Tentu pada saat itu tidak bisa kita bocorkan bahwa akan turun sampai ke 5.000-an. Tapi angka 5.000-an itu sudah menjadi pembicaraan di meja kami sejak Februari 2026,” kata Hasan dalam forum BIG Market Insight 2026 di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Namun, tekanan terhadap pasar modal kemudian tidak hanya berasal dari proses reformasi. Sejumlah faktor eksternal turut memperberat tekanan terhadap IHSG sepanjang tahun ini. Hasan menyebut perubahan outlook dari lembaga pemeringkat internasional Moody’s dan Fitch menjadi salah satu faktor yang ikut mempengaruhi sentimen pasar.

Leave a Reply