
loading…
Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk, Setyono Djuandi (SD) Darmono mengatakan, sebuah kawasan industri yang ingin bertahan puluhan tahun harus berkembang menjadi sebuah kota dan kemudian menjadi sebuah ekosistem. Foto/Dok. SindoNews
Founder dan Chairman PT Jababeka Tbk , Setyono Djuandi (SD) Darmono mengatakan, pengalaman membangun Kota Jababeka memberikan satu pelajaran penting baginya. Menurut SD Darmono, sebuah kawasan industri yang ingin bertahan puluhan tahun harus berkembang menjadi sebuah kota dan kemudian menjadi sebuah ekosistem. Di dalam ekosistem itu, industri, pendidikan, tempat tinggal, teknologi, pelayanan kesehatan, budaya, serta entrepreneurship harus tumbuh bersama. Baca juga: Jababeka Infrastruktur Satu-satunya Kawasan Industri Raih PROPER Hijau Keenam Kali
“Itulah sebabnya sejak awal kami tidak melihat Kota Jababeka hanya sebagai tempat berdirinya pabrik. Kami ingin membangun sebuah kota tempat orang bisa bekerja, belajar, tinggal, membangun keluarga, berinovasi, dan akhirnya menciptakan perusahaan baru,” katanya, Selasa (6/10/2026).
Ketika industrialisasi Cikarang berkembang pesat, PT Jababeka Tbk melihat persoalan yang sangat jelas. Perusahaan-perusahaan berdatangan – termasuk berbagai perusahaan internasional, tapi perusahaan tak hanya membutuhkan tanah dan infrastruktur. Mereka membutuhkan manusia yang mempunyai pengetahuan, disiplin, kemampuan berbahasa, pemahaman teknologi, dan pengalaman bekerja di lingkungan industri.
Dari kebutuhan itulah pada 2001 mereka mendukung pendirian yayasan pendidikan yang kemudian melahirkan President University. Pemikirannya sederhana: mengapa universitas harus jauh dari tempat mahasiswa nantinya bekerja? ”Kalau universitas berada di tengah kawasan industri, maka perusahaan bisa menjadi bagian dari proses pendidikan,” kata SD Darmono yang juga founder President University ini.

Leave a Reply