SINGAPURA: Tarif listrik Singapura dalam jangka pendek diperkirakan tidak terpengaruh oleh pengurangan ekspor gas alam dari Indonesia, kata Menteri Energi, Perdagangan dan Industri Singapura Tan See Leng pada Minggu (25/10).
Berbicara kepada wartawan seusai konferensi Partai Tindakan Rakyat (PAP), dr. Tan kembali menegaskan bahwa pengurangan pasokan itu hanya mencakup kurang dari 2 persen total kebutuhan gas harian Singapura. Menurutnya, Singapura memiliki pasokan gas yang cukup untuk memenuhi kebutuhan.
“Dalam jangka pendek, dampaknya terhadap harga tidak akan terlalu besar. Justru, kita perlu memperhatikan harga global karena harga satuan sebagian besar gas yang kami gunakan mengikuti pergerakan sejumlah indeks utama dunia,” katanya.
“Kami selalu memandang energi sebagai bagian yang sangat penting bagi perekonomian, keberlanjutan, dan kelangsungan hidup negara. Energi menyangkut kelangsungan hidup kita semua. Karena itu, kami telah menyiapkan langkah darurat dan perlindungan untuk memastikan pasokan energi kami berasal dari berbagai sumber.”
Indonesia mulai mengurangi ekspor gas alam ke Singapura pada Sabtu untuk mengalihkan lebih banyak pasokan bagi kebutuhan listrik dalam negeri.
Juru bicara Otoritas Pasar Energi Singapura (EMA) pada Sabtu mengatakan total pengurangan pasokan sebesar 31 juta kaki kubik standar gas per hari setara dengan 17 miliar British thermal unit per hari (bbtud) selama 18 hari.
Tan mengatakan Singapura memiliki beberapa lapis perlindungan ketahanan energi, termasuk diversifikasi sumber gas alam, mempertahankan fasilitas cadangan gas alam cair (LNG), dan memastikan Singapore GasCo siap mengimpor lebih banyak LNG kapan pun diperlukan.
Perusahaan pembangkit listrik di Singapura diwajibkan memiliki cadangan solar yang cukup untuk mengantisipasi gangguan pasokan gas yang lebih besar.
“Saya ingin mengimbau seluruh masyarakat Singapura: tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa. Kita pernah menghadapi pengurangan pasokan serupa tanpa masalah, dan pemerintah akan terus memastikan pasokan energi Singapura tetap andal dan tangguh,” katanya.
Selain gas, Singapura juga menjajaki sumber energi alternatif, termasuk biometana, panas bumi, dan tenaga surya. Negara itu juga tengah mengkaji kemungkinan penggunaan energi nuklir, meski belum ada keputusan terkait hal tersebut.
Perdana Menteri Lawrence Wong mengatakan dalam konferensi pada Minggu bahwa Singapura berharap semua pihak yang telah menandatangani kontrak komersial pasokan gas “memenuhi komitmen mereka”.
Ia menambahkan bahwa importir gas Singapura akan mengambil langkah yang diperlukan untuk melindungi hak dan kepentingannya.

Leave a Reply