
loading…
PT Pertamina EP Jatibarang Field bersama PT Pertamina Hulu Energi meningkatkan produktivitas padi petani di Desa Jatisura, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. FOTO/dok.SindoNews
“Industri hulu migas tidak hanya hadir untuk menjaga ketahanan energi nasional, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi. Apa yang kita lihat hari ini di Jatisura menunjukkan bahwa ketahanan energi dan ketahanan pangan dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan,” kata Ketua Pokja Pengembangan Masyarakat SKK Migas Roy Widiartha dalam keterangan pers, Rabu (14/10/2026).
Baca Juga: Pertamina EP Bukukan Produksi Migas 205 Ribu MBOEPD Sepanjang 2025
Hal itu disampaikan dalam kegiatan panen hasil pendampingan di Indramayu, Selasa (6/10). Selain peningkatan produktivitas gabah kering giling, hasil panen musim tanam kedua menunjukkan produktivitas gabah kering panen mencapai 10,60 ton per hektare, meningkat 61,6% dari sebelumnya 6,56 ton per hektare.
Capaian tersebut merupakan hasil pendampingan pada lahan pengganti Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, penyuluh pertanian, dan Universitas Padjadjaran.
Melalui program Jari Tangan, petani mendapat pendampingan penggunaan agens hayati, pembuatan pupuk kompos dan pestisida nabati, pembenah tanah, serta penerapan praktik budi daya yang lebih berkelanjutan. Dukungan infrastruktur juga diberikan melalui pembangunan lima titik sumur air dalam, perbaikan saluran irigasi dan jalan usaha tani, serta penyediaan benih, traktor, sprayer elektrik, dan rumah burung hantu untuk membantu pengendalian hama.

Leave a Reply