JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (21/10) mengecam negara-negara yang disebutnya gemar “menghina” Indonesia terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah menghanguskan wilayah luas dan menyebabkan kabut asap beracun menyebar hingga negara-negara tetangga.

Indonesia selama berbulan-bulan berjuang mengendalikan kebakaran yang menurut Nusantara Atlas, lembaga pemantau independen yang menganalisis data satelit, telah menghanguskan lebih dari 1,9 juta hektare lahan sepanjang Januari hingga September.

Kabut asap tersebut menyebabkan tingkat polusi udara melonjak hingga kategori berbahaya, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, Singapura, dan Timor Leste. Kondisi ini mendorong Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) menggelar pertemuan untuk membahas krisis tersebut.

“Untuk negara-negara tertentu yang suka menghina bangsa Indonesia, pada waktunya kita akan ungkap perusahaan-perusahaan yang terlibat,” kata Prabowo dalam rapat kabinet pada Rabu.

Kepala Negara menyebut “banyak perusahaan yang bertanggung jawab” atas krisis karhutla tersebut.

Namun, ia tidak menyebut nama perusahaan maupun negara yang dimaksud.

Para pemimpin negara tetangga Indonesia sebelumnya telah menawarkan bantuan untuk menangani karhutla, tetapi menghindari kritik secara terbuka pada tingkat diplomatik tertinggi.

Meski demikian, di tengah meningkatnya kemarahan masyarakat, seorang anggota parlemen Malaysia pada pekan lalu menyerukan agar Indonesia diperlakukan sebagai negara yang “dikucilkan” di kawasan.

“Indonesia adalah bangsa yang sopan dan sabar. Negara kita sering dihina, tetapi percayalah, bangsa kita tidak mau terus-menerus dihina,” kata Prabowo.

Prabowo mengatakan telah memerintahkan penyelidikan terhadap penyebab karhutla yang menurutnya “bukan murni disebabkan oleh faktor alam”.

Para ahli menyebut kebakaran hutan di Indonesia sebagian besar dipicu oleh praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut menyebabkan hilangnya tutupan hutan yang lebih tahan terhadap api serta mengeringnya lahan gambut.

Tahun ini, kebakaran semakin parah akibat kekeringan hebat yang dipicu fenomena cuaca El Nino.

“Saya meminta kepolisian, Kejaksaan Agung, Kementerian Kehutanan, dengan dukungan TNI dan badan intelijen, untuk melakukan penyelidikan,” kata Prabowo.

“Masyarakat juga telah menangkap sejumlah orang yang sengaja melakukan pembakaran. Ini bisa kita anggap sebagai terorisme lingkungan.”

Prabowo, yang pada Selasa (20/10) genap dua tahun menjabat sebagai presiden di tengah tingkat kepuasan publik yang mencapai titik terendah, menilai pembakaran hutan secara sengaja merupakan “kejahatan terhadap kemanusiaan karena tindakan mereka membahayakan kesehatan jutaan warga negara kita”.

Ia menegaskan bahwa setelah bukti-bukti terkumpul, pemerintah akan mengambil tindakan terhadap perusahaan yang terbukti melanggar hukum.

“Kita akan mencabut seluruh izin perusahaan-perusahaan yang melanggar hukum,” tegas Prabowo.



Source link