loading…

Presiden Mesir tolak intervensi asing dalam krisis Tigray Ethiopia. Foto/X

KAIRO – Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi pada hari Minggu menyatakan bahwa Mesir menolak “segala bentuk campur tangan pihak luar dalam urusan internal negara-negara Afrika,” serta menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara tersebut.

Pernyataan Al-Sisi disampaikan saat pembukaan pertemuan koordinasi tengah tahun kedelapan Uni Afrika di al-Alamein.

Ia juga menegaskan bahwa hubungan antarnegara harus didasarkan pada rasa saling menghormati, semangat bertetangga yang baik, dan dialog, “jauh dari kebijakan sepihak atau kepentingan sempit.”

Al-Sisi mencatat bahwa isu-isu lintas batas memerlukan kerja sama alih-alih persaingan, serta dialog alih-alih konfrontasi.

Pernyataannya muncul di saat Amerika Serikat menyerukan “penahanan diri” dan “dialog” seiring krisis Tigray di Ethiopia yang mulai melibatkan negara-negara tetangga di kawasan tersebut.

Pertikaian ini telah memicu keretakan hubungan Ethiopia dengan Eritrea dan Mesir; Ethiopia menuduh kedua negara tersebut mendukung kelompok pemberontak yang melancarkan serangan terhadap pasukan federal, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan kembalinya perang saudara yang menghancurkan seperti pada periode 2020-2022.

Sebuah sumber diplomatik mengatakan kepada AFP bahwa pertemuan puncak terbatas pada hari Minggu tersebut akan mempertemukan para presiden dari Mesir, Eritrea, dan Somalia (Hassan Sheikh Mohamud), serta kepala Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) Abdel Fattah al-Burhan, di sela-sela Forum Bisnis Afrika. Pertemuan ini berlangsung sehari setelah pasukan federal Ethiopia memasuki ibu kota negara bagian Tigray—wilayah yang telah lama dikuasai oleh pemberontak Tigray People’s Liberation Front (TPLF)—menurut sebuah sumber kemanusiaan.



–