
loading…
Klaus-Michael Kuhne, miliarder Jerman berharta lebih dar Rp878 triliun, meninggal dunia tapi tidak memiliki anak. Foto/Keystone/Ennio Leanza
Kuhne meninggal tanpa memiliki anak. Namun, dia telah menyiapkan rencana suksesi selama puluhan tahun untuk memastikan kekayaannya tetap berada dalam struktur yang telah dibangunnya.
Baca Juga: Media AS: Keluarga Terkaya di Indonesia Pindahkan Lebih dari Rp17,6 Triliun ke Luar Negeri
Sebagai bagian dari rencana tersebut, portofolio bisnis Kuhne yang mencakup sektor pelayaran, penerbangan, bahan kimia, dan properti pada akhirnya akan dimiliki oleh Kuhne Foundation, yayasan berbasis di Swiss yang akan menjadi salah satu yayasan terbesar di Eropa.
Yayasan tersebut diawasi oleh dewan pengawas yang mencakup sejumlah penasihat terdekat Kuhne dan istrinya.
Di pusat kerajaan bisnisnya terdapat Kuhne+Nagel, raksasa jasa pengiriman barang yang didirikan bersama oleh kakek Kuhne. Kuhne memiliki sekitar 60% saham perusahaan tersebut.
Kekayaan Kuhne tersebar di berbagai perusahaan besar yang secara bersama-sama menopang rantai pasok global. Industri transportasi dan logistik tersebut telah mengalami perubahan besar dalam beberapa tahun terakhir akibat pandemi Covid-19, gejolak di Timur Tengah, serta gelombang merger dan akuisisi.
Sosok Pengusaha yang Sangat Dominan
Kuhne telah lama dikenal sebagai pengusaha yang keras, lugas, dan memegang kendali bisnis dengan sangat kuat.
Dia memang telah meninggalkan aktivitas operasional sehari-hari sejak beberapa waktu lalu. Namun, pengaruhnya terhadap strategi bisnis tetap sangat besar hingga beberapa waktu terakhir.
“Klaus-Michael Kuhne adalah sosok yang sangat dominan. Dia bertindak secara independen, mengambil tanggung jawab penuh, dan sangat sukses,” kata Georg von Schnurbein, profesor manajemen yayasan sekaligus pakar filantropi di University of Basel.
“Dewan tidak akan pernah dapat bertindak dengan cara yang sama. Akan ada lebih banyak diskusi dan tingkat pengambilan risikonya tidak akan sama,” lanjut von Schnurbein, yang dikutip Swissinfo.
Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan yang kini dihadapi kerajaan bisnis Kuhne setelah sang miliarder meninggal dunia.
Kuhne menyerahkan jabatan CEO sekitar 1992 dan posisi ketua dewan pada 2011. Namun, dia tetap menjadi ketua kehormatan.
Dia kemudian mengandalkan sekelompok kecil penasihat dekat yang ditempatkannya di dewan yayasan, perusahaan induknya, dan aset-aset utamanya.
Lingkaran dalam tersebut mencakup Karl Gernandt dan Jorg Wolle, serta pasangan ayah dan anak yang berprofesi sebagai pengacara, Thomas Staehelin dan Tobias Staehelin.
Mereka seluruhnya merupakan warga negara Jerman atau pun Swiss. Beberapa di antaranya menjabat sebagai direktur di Kuhne+Nagel sekaligus Kuhne Foundation.

Leave a Reply