FAKTOR PENENTU KEBERHASILAN KEK

Made Supriatma, analis politik dan peneliti tamu di ISEAS-Yusof Ishak Institute di Singapura, mengatakan, KEK Lido berpeluang sukses karena lokasinya dekat Jakarta dan kini terhubung dengan ibu kota melalui jalan tol baru.

“Tempat ini bisa menjadi pusat hiburan terpadu bagi kalangan elite Indonesia,” kata Made.

“Lokasinya hanya satu jam dari Jakarta, prestisenya sebagai ‘properti Trump’, serta beragam pilihan hiburan seperti resor golf dan tempat konser musik akan menarik bagi kalangan elite Jakarta.”

Wawan Mas’udi, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, menuturkan, penetapan suatu kawasan sebagai KEK biasanya disertai dukungan infrastruktur dari pemerintah, kemudahan perizinan, dan iklim usaha yang lebih kondusif.

“Negara mengalokasikan sumber daya untuk mendukungnya, perizinan menjadi lebih mudah, dan ada berbagai bentuk fasilitasi lainnya,” kata Wawan.

Menurut Wawan, pengaturan kelembagaan menjadi penting karena KEK dirancang untuk memangkas hambatan birokrasi dan mendukung investasi.

Namun, ia menambahkan, meski pemerintah dapat menciptakan kondisi yang mendukung, keberhasilan bisnis di kawasan tersebut pada akhirnya bergantung pada investor dan kondisi pasar.

“Keberhasilannya bisa bergantung pada model bisnis maupun kemampuan pengembang mengantisipasi potensi masalah sosial sejak awal,” kata Wawan.

Syarifah Syaukat, pakar properti berwawasan lingkungan dari konsultan properti Knight Frank, mengatakan, Lido memiliki daya tarik komersial berkat bentang alamnya yang hijau, lahan yang luas, serta akses yang semakin mudah melalui jalan tol baru.

Menurutnya, Indonesia juga berpotensi menjadi pasar yang menarik bagi resor golf dan clubhouse. Segmen ini menyasar konsumen berpenghasilan tinggi, sementara jumlah kalangan kaya di Indonesia terus bertambah. Namun, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan pengembang.

“Pengembang harus mempertimbangkan budaya setempat, kebijakan yang berlaku, stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional, serta aturan tata ruang agar resor tersebut berhasil,” kata Syarifah.

“Mereka juga harus mempertimbangkan manfaat pembangunan kawasan bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi kelestarian lingkungan maupun keberlanjutan mata pencaharian.”

Persoalan semacam ini tampaknya pernah muncul pada resor golf terkait Trump di Bali.



Source link