
loading…
Transformasi industri pupuk tidak hanya berlangsung di sisi produksi, tetapi juga mencakup cara pupuk disalurkan, layanan kepada petani, penguatan industri, hingga pengembangan bisnis hijau. Foto/Dok
Melalui PIMA 2026, Pupuk Indonesia mengajak jurnalis nasional maupun daerah menggali berbagai cerita di balik transformasi tersebut, termasuk bagaimana perubahan di tingkat industri dan layanan dapat mendukung kebutuhan petani serta memperkuat ekosistem pertanian nasional.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia, Yehezkiel Adiperwira mengatakan, transformasi di Pupuk Indonesia berlangsung dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan industri dan tata kelola, penyederhanaan penyaluran pupuk, hingga pengembangan layanan dan pendampingan bagi petani.
Baca Juga: Pendataan e-RDKK 2027 Dibuka hingga 25 Oktober, Kementan Pastikan Pupuk Bersubsidi Tepat Sasaran
“Kami mengajak insan pers menggali cerita dari berbagai sisi agar masyarakat dapat melihat bagaimana transformasi tersebut mendukung upaya mewujudkan swasembada pangan,” ujar Yehezkiel.
Untuk mengeksplorasi berbagai cerita tersebut, kompetisi jurnalistik PIMA 2026 menghadirkan tiga subtema. Pertama, “Transformasi Layanan: Ketika Pupuk Lebih Cepat Sampai ke Petani”, yang mengangkat perubahan dalam tata kelola dan digitalisasi distribusi, inovasi layanan, serta pendampingan petani. Perspektif dapat digali dari pengalaman petani dalam mengakses pupuk maupun layanan pendukungnya.
Baca Juga: BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Kedua, “Transformasi Bisnis: Menata Industri Pupuk untuk Memberi Nilai Tambah” yang membuka ruang bagi jurnalis untuk melihat bagaimana Pupuk Indonesia memperkuat industri melalui efisiensi, revitalisasi, inovasi, rantai pasok, dan keberlanjutan. Transformasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat daya saing industri pupuk nasional sekaligus menopang kebutuhan pertanian.

Leave a Reply