loading…

Pupuk Kaltim berkomitmen untuk terus memperkuat komitmen perusahaan mengembangkan bisnis ekspor sekaligus menjaga pasokan pupuk untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) meraih Penghargaan Primaniyarta 2026 kategori Eksportir Produk Industri Manufaktur dari Kementerian Perdagangan sebagai pengakuan atas kontribusinya dalam memperluas pasar internasional. Penghargaan tersebut memperkuat komitmen perusahaan mengembangkan bisnis ekspor sekaligus menjaga pasokan pupuk untuk mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional.

“Bagi Pupuk Kaltim, pengembangan pasar ekspor menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mengoptimalkan kapasitas produksi, serta memperkuat posisi di tengah dinamika industri global,” kata Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Andik Cahyanto Budiarto dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD, Tangerang dikutip pada Kamis (15/8/2026).

Baca Juga: Revamping Ammonia Pabrik-2, Pupuk Kaltim Bisa Hemat hingga Rp228 Miliar

Salah satu capaian ekspor perusahaan adalah pengiriman perdana 47.250 ton urea dari Bontang ke Australia pada Mei 2026 melalui skema kerja sama antarpemerintah (Government to Government/G2G). Pengiriman tersebut menjadi bagian dari target ekspor bertahap sebesar 250.000 ton hingga akhir 2026, sekaligus mendukung penguatan rantai pasok pupuk di kawasan Asia Pasifik.

Andik mengatakan ekspansi pasar internasional perlu berjalan seimbang dengan pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri. Karena itu, perusahaan terus mengoptimalkan kapasitas produksi, meningkatkan efisiensi operasional, dan menjaga keandalan distribusi agar peluang ekspor dapat dimanfaatkan tanpa mengesampingkan kebutuhan sektor pertanian nasional.

Hingga 30 September 2026, Pupuk Kaltim mencatat produksi amonia sebesar 2.171.024 ton atau 79,23% dari target, urea 2.812.801 ton atau 81,29%, serta NPK 263.457 ton atau 82,07%. Perusahaan juga memastikan ketersediaan stok pupuk di gudang produsen lini I dengan total lebih dari 245 ribu ton untuk mendukung musim tanam Oktober 2026 hingga Maret 2027, terdiri atas 236.417 ton urea dan 8.658 ton NPK.



–