SINGAPURA: Singapura telah menyiapkan rencana mitigasi menghadapi kemungkinan memburuknya kabut asap selama penyelenggaraan Formula 1 Singapore Grand Prix akhir pekan ini, ketika kualitas udara di negara tersebut berada pada tingkat tidak sehat.

Singapore Tourism Board (STB) menyatakan, rencana kontingensi telah disusun untuk berbagai tingkat Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam dan konsentrasi PM2.5 per jam.

Langkah-langkah yang disiapkan, antara lain, memberikan informasi terbaru perkembangan kabut asap kepada orang-orang di Marina Bay Street Circuit, serta menyediakan bantuan medis dan masker N95 di lokasi jika diperlukan.

STB mengatakan, berbagai lembaga pemerintah bekerja sama dengan promotor balapan Singapore GP (SGP) untuk menjaga kesehatan dan keselamatan semua pihak yang terlibat, sekaligus memastikan balapan dan rangkaian hiburannya dapat berlangsung lancar.

“Jika kabut asap menyebabkan masalah visibilitas, kesehatan masyarakat atau operasional, lembaga-lembaga terkait akan bekerja sama erat dengan SGP untuk menilai situasi sebelum mengambil keputusan bersama terkait acara tersebut,” kata STB.

Federation Internationale de l’Automobile (FIA), badan pengatur olahraga otomotif, sebelumnya mengatakan, mungkin akan ada “sejumlah pembatasan” aktivitas luar ruangan di Grand Prix, seperti kegiatan hiburan, apabila kabut asap memburuk.

Namun, FIA memperkirakan, balapan itu sendiri tidak akan terdampak.

STB menyatakan, pihaknya terus memantau situasi dengan ketat dan berkoordinasi dengan Haze Task Force lintas lembaga yang dipimpin National Environment Agency (NEA).

“Rencana tindakan telah disiapkan berdasarkan intensitas kabut asap,” kata STB.

Mitra industri pariwisata juga telah diminta memantau perkembangan harian prakiraan kabut asap dan imbauan melalui situs NEA atau aplikasi myENV, serta menerapkan langkah pencegahan sesuai rekomendasi NEA.

PSI CAPAI LEVEL TERTINGGI MUSIM INI

Persiapan tersebut dilakukan ketika kabut asap terus menyelimuti Singapura pada Jumat (9/10).

Pada pukul 10.00, PSI 24 jam di wilayah tengah Singapura melonjak menjadi 173, level tertinggi sepanjang musim kabut asap kali ini. Wilayah lain juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat, dengan angka antara 117 dan 166.

Sementara itu, konsentrasi PM2.5 satu jam berkisar antara 87 di wilayah utara hingga 142 di wilayah tengah. Wilayah timur dan selatan masing-masing mencatat 126 dan 111, sedangkan wilayah barat berada di angka 114 setelah sebelumnya mencapai 152 pada pukul 08.00.

NEA menyarankan masyarakat yang berencana melakukan aktivitas luar ruangan dalam waktu dekat untuk memeriksa tingkat PM2.5 per jam. Untuk merencanakan kegiatan luar ruangan pada hari berikutnya, masyarakat disarankan merujuk pada prakiraan PSI 24 jam beserta imbauan kesehatan terkait.



Source link