loading…

Rimba Mahardika, Humas BSSN, dan Praktisi Ilmu Komunikasi dari Universitas Nasional. Foto/SindoNews

Rimba Mahardika
Humas BSSN, dan Praktisi Ilmu Komunikasi dari Universitas Nasional

TEPAT pada tanggal 21 Oktober 2026, Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna “Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri” yang bertempat di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta. Di balik evaluasi capaian kuantitatif kabinet, pidato pengantar Presiden Prabowo memancarkan daya pikat komunikasi politik yang luar biasa.

Pun melalui penegasan posisi Indonesia yang “tidak takut terhadap siapapun” menghadapi tekanan eksternal seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI), Prabowo mentransformasikan pesan birokrasi menjadi manifestasi kedaulatan nasional yang penuh optimisme.

Disimak dari kacamata ilmu komunikasi, orasi ini bukan sekadar laporan kinerja, melainkan perwujudan taktis dari Teori Analisis Retorika Aristoteles, yaitu ethos (kredibilitas), pathos (emosi), dan logos (logika). Prabowo secara piawai mengintegrasikan ketiga pilar ini.

Ethos dibangun kokoh lewat kepemimpinan tegas yang enggan bersikap naif terhadap intervensi asing. Pathos digerakkan melalui memori kolektif sejarah bangsa yang kerap diincar kekuatan luar karena kekayaan alamnya. Sementara logos dihadirkan melalui akuntabilitas data 121 kebijakan transformatif yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat awam.



–