loading…

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (15/10/2026), usai turun 35 poin atau sekitar 0,20%. Foto/Dok

JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada akhir perdagangan Kamis (15/10/2026), usai turun 35 poin atau sekitar 0,20% ke level Rp17.938 per dolar AS. Kejatuhan mata uang Garuda juga terlihat pada data JISDOR BI, dimana hari ini bertengger pada posisi Rp17.948 atau lebih buruk dari sesi sebelumnya Rp17.898 per USD.

Analis pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan, bahwa salah satu sentimen datang dari eksternal yakni Kelompok Houthi menyerang kantor pusat Saudi Aramco dan Iran menyatakan akan menerapkan taktik baru untuk menargetkan kapal-kapal di Selat Hormuz guna menjaga harga minyak tetap tinggi.

“Pejabat maritim melaporkan pada hari Rabu bahwa sebuah kapal kontainer dan sebuah kapal kargo curah telah tenggelam di dekat selat tersebut dalam 24 jam terakhir, setelah terkena proyektil dalam insiden yang terpisah,” tulis Ibrahim dalam risetnya.

Baca Juga: Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS, BI Singgung Ketidakpastian Pasar Keuangan Global

Serangan di sekitar jalur perairan tersebut meningkat tajam dalam 10 hari terakhir. Iran menyatakan bahwa mereka meningkatkan serangan sebagai respons terhadap blokade AS atas pelabuhan-pelabuhan Iran serta sanksi yang lebih ketat yang diberlakukan bulan lalu.

Seorang pejabat AS mengungkapkan pada hari Rabu bahwa, di tengah gangguan pelayaran dan lonjakan biaya pengangkutan ke rekor tertinggi akibat ketegangan yang melibatkan Iran, pemerintahan Trump tengah mempertimbangkan untuk melonggarkan sanksi terhadap kapal-kapal yang termasuk dalam “armada bayangan” (shadow fleet).



–