loading…

Sebuah mobil hancur terbakar akibat serangan rudal Rusia di Kyiv, Ukraina, pada Kamis (22/10/2026) dini hari. Foto/X @ZelenskyyUa

KYIV – Rusia telah melancarkan serangan besar-besaran yang disebut sebagai serangan “demonstratif” terhadap Ukraina dengan menghujani Kyiv menggunakan rudal balistik. Serangan itu terjadi Kamis dini hari waktu setempat atau hanya beberapa jam setelah Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan telah menyetujui dimulainya kembali perundingan damai tiga pihak, menyusul pembicaraan dengan utusan Amerika Serikat (AS), Steve Witkoff.

Sepanjang Rabu malam, Moskow menggempur ibu kota Ukraina tersebut hingga menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai 22 lainnya, termasuk empat anak-anak. Sasaran serangan meliputi jembatan di bagian selatan yang melintasi Sungai Dnipro, rumah-rumah warga sipil, infrastruktur energi, pos ambulans, gedung perkantoran, dan sebuah klinik.

Baca Juga: Sukses Bujuk Zelensky, Utusan AS Bertemu Putin Bahas Akhiri Perang

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan tiga rudal yang digunakan dalam serangan tersebut dilengkapi hulu ledak munisi tandan. Salah satunya menghantam Distrik Pecherskyi dan merusak sejumlah bangunan bersejarah, termasuk sebuah biara.

“Ini adalah serangan lain yang mengungkapkan banyak hal secara luar biasa—mengungkapkan karena serangan ini bukanlah suatu kebetulan,” kata Zelensky.

“Pemilihan senjatanya disengaja; pemilihan wilayah sasaran juga disengaja, begitu pula niat untuk menimbulkan kerugian dan kerusakan sebesar mungkin terhadap warga sipil,” ujarnya, seperti dikutip dari The Guardian, Jumat (23/10/2026).

Dia mengatakan serangan tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak serius mengupayakan perdamaian.

“Hampir segera setelah putaran perundingan lainnya, Rusia melancarkan serangan yang sangat terarah. Ini berarti tidak ada perubahan nyata dalam sikap Rusia terhadap segala sesuatu yang sedang terjadi,” lanjut Zelensky.

Witkoff Puji Putin sebagai Sosok Humanis

Dalam perundingan yang berlangsung di St Petersburg pada Rabu, Witkoff melontarkan pujian kepada Putin yang duduk berhadapan dengannya di meja perundingan.

“Anda sering sekali berbicara tentang presiden saya, Presiden (Donald) Trump, sebagai seorang humanis. Anda juga seorang humanis, Tuan, dan saya menghormati hal itu,” kata Witkoff.

Dalam unggahan di media sosial setelah serangan pada Kamis dini hari, Zelensky membalas pernyataan tersebut dengan nada menyindir.

“Tiga gelombang rudal balistik telah diluncurkan ke Kyiv oleh para ‘humanis’ Rusia sejak kemarin malam. Mereka menggunakan 21 rudal,” tulis Zelensky.

Zelensky mengatakan dirinya berterima kasih kepada mitra-mitra Ukraina di negara-negara Barat yang mampu melihat “situasi sebagaimana adanya” dan “mengakui kenyataan” bahwa Kremlin hanya memiliki sedikit niat untuk menghentikan perang.

Dia menyerukan penguatan pertahanan udara, penambahan rudal pencegat Patriot untuk menjatuhkan rudal musuh, serta penerapan sanksi yang lebih keras terhadap Moskow.



–