loading…

Indonesia berhasil menggalang dukungan 38 negara, termasuk Rusia dan Iran, untuk menyetujui dokumen Jakarta Vision on Creative Economy dalam WWCCE 2026 di Jakarta. FOTO/dok.SindoNews

JAKARTA – Indonesia berhasil menggalang dukungan 38 negara, termasuk Rusia dan Iran, untuk menyetujui dokumen Jakarta Vision on Creative Economy dalam World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta. Dokumen tersebut akan dibawa ke New York untuk diperjuangkan menjadi resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Sidang Majelis Umum PBB pada Desember 2026.

“Kita telah mencapai kesepakatan atas sebuah dokumen bersama, yaitu Jakarta Vision on Creative Economy. Dokumen ini akan dibawa ke New York untuk disampaikan dalam forum PBB dan diperjuangkan menjadi Resolusi PBB. Ini adalah kontribusi Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif di tingkat global,” kata Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dikutip pada Jumat (23/10/2026).

Baca Juga: Prabowo Sambut Kunjungan Sekjen PBB Antonio Guterres di Hambalang

Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan tingkat menteri WCCE 2026 yang dihadiri 38 kepala delegasi, antara lain dari Rusia, Iran, Ukraina, Malaysia, Yordania, dan Australia. Dokumen Jakarta Vision menjadi pijakan negara-negara peserta untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif serta membuka peluang bagi para kreator di tingkat global.

Menurut Teuku Riefky, ekonomi kreatif bukan sekadar urusan seni dan hiburan, melainkan juga mencakup peluang kerja, perdagangan internasional, serta penguatan identitas dan karya lokal. Ia menekankan bahwa desainer, musisi, perajin, dan kreator muda mengubah gagasan menjadi produk atau jasa yang memiliki nilai ekonomi.

Potensi sektor tersebut terbilang besar. UNCTAD mencatat nilai ekspor jasa kreatif dunia mencapai US$1,7 triliun pada 2024, sementara di Indonesia ekonomi kreatif menyumbang nilai tambah sekitar Rp1.611,2 triliun dan menyerap sekitar 26,48 juta tenaga kerja pada tahun yang sama.



–