
loading…
Sebanyak 15 program disiapkan Kementerian Agama (Kemenag) untuk memperkuat toleransi, merawat kerukunan antarumat beragama, dan menumbuhkan kepedulian kemanusiaan melalui kegiatan The Wonder of Harmony 2026: Merawat Toleransi, Menguatkan Negeri. Foto: Ist
Program yang digagas Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam itu melibatkan berbagai unsur, mulai dari tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, pemuda, penyuluh agama, hingga masyarakat umum. Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Dirjen Bimas Islam Kemenag) Abu Rokhmad mengatakan, kerukunan tidak cukup dibangun melalui imbauan, tetapi perlu dirawat melalui perjumpaan, kolaborasi, dan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Karena itu, The Wonder of Harmony dirancang melalui pendekatan dakwah-edutainment (dadutainment), yang memadukan pesan keagamaan dengan edukasi, budaya, dan aktivitas sosial. “Harmoni merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata urusan pemerintah atau kementerian yang menangani kehidupan keagamaan,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).
Baca juga: Ruben Onsu Bawa 61 Bukti Lawan Sarwendah, Yakin Menangkan Hak Asuh Anak
Menurut Abu, setiap unsur masyarakat memiliki peran dalam menjaga hubungan sosial, menghormati perbedaan, serta membangun ruang hidup yang aman dan damai bagi semua. “Kerukunan ini milik kita bersama. Bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen bangsa. Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar semakin banyak kegiatan, melainkan semakin kuat kolaborasi dan semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” ujar Abu.
Hal itu sejalan dengan pernyataan Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar yang mengajak seluruh elemen masyarakat dan tokoh lintas agama untuk memperluas ruang persamaan antarpemeluk agama sebagai fondasi perdamaian dan harmoni sosial. Menurutnya, perbedaan keyakinan perlu disikapi dengan saling menghormati agar kehidupan yang damai dapat terwujud di tengah keberagaman.
Dia menjelaskan, program-program tersebut disusun dengan mempertimbangkan kehidupan masyarakat yang beragam. Kerukunan perlu hadir dalam banyak ruang kehidupan, termasuk keluarga, pendidikan, kebudayaan, kegiatan keagamaan, pelayanan publik, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Leave a Reply