
loading…
Jejak sejarah kopi tidak hanya berkaitan dengan perdagangan dan budaya minum, tetapi juga mencakup perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Foto ilustrasi/ist
Jejak sejarah kopi tidak hanya berkaitan dengan perdagangan dan budaya minum, tetapi juga mencakup perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia Islam. Sejumlah catatan sejarah mengungkapkan bagaimana kopi menyebar dari Afrika ke Jazirah Arab sebelum akhirnya dikenal luas di berbagai belahan dunia.
Asal-usul Kopi dan Peran Kaum Sufi
Tanaman kopi diyakini berasal dari wilayah Etiopia, khususnya daerah Kaffa. Nama kopi dalam sejumlah bahasa juga memiliki perjalanan etimologis yang panjang. Kata coffee dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Belanda koffie, yang diserap dari bahasa Turki kahve. Sementara itu, kahve berakar dari bahasa Arab, yakni qahwa.
Meski demikian, asal-usul kopi dan kisah orang pertama yang menemukannya masih menjadi perdebatan. Salah satu catatan mengenai penyebaran kopi ke dunia Islam disampaikan oleh RS Hattox dalam bukunya, Coffee and Coffeehouses: The Origins of a Social Beverage in the Medieval Near East.
Kisah Sahabat Nabi: Umur Setahun Lebih Panjang, Mengapa Bisa Masuk Surga Lebih Dahulu?
Hattox menjelaskan bahwa masyarakat Muslim Yaman membawa kopi dari Etiopia sekitar abad ke-15. Seiring waktu, kopi mulai dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat di kawasan tersebut.
Salah satu kisah yang berkembang dalam tradisi mengenai asal-usul kopi menyebut nama Ghothul Akbar Nooruddin Abu al-Hasan al-Shadhili, seorang sufi dari Yaman. Dalam legenda tersebut, ia dikisahkan menemukan manfaat buah kopi ketika melakukan perjalanan ke Etiopia. Saat merasa kelelahan, ia memakan buah tanaman kopi dan merasakan tubuhnya kembali bertenaga.
Kisah lain mengaitkan perkembangan kopi dengan Syekh Omar, seorang sufi sekaligus tabib dari Al-Mocha, Yaman. Ia disebut-sebut sebagai salah satu tokoh yang memperkenalkan kopi sebagai minuman setelah mengolah bijinya.
Kendati sejumlah kisah tersebut berkembang luas, riwayat mengenai tokoh pertama yang menemukan atau mengolah kopi belum dapat dipastikan sepenuhnya melalui bukti sejarah.
Kopi Menyebar ke Makkah dan Turki
Dari Yaman, kebiasaan meminum kopi menyebar ke berbagai wilayah di Jazirah Arab. Pada abad ke-15, kopi mulai populer di Makkah. Para peziarah dan jamaah haji yang datang dari berbagai daerah turut berperan dalam memperluas penyebaran minuman tersebut.
Kopi kemudian menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat Muslim. Tempat-tempat untuk menikmati kopi mulai bermunculan, sekaligus menjadi ruang pertemuan, bertukar informasi, dan berbincang mengenai berbagai persoalan.

Leave a Reply