[ad_1]
JAKARTA: Tarif Transjakarta Rp3.500 yang berlaku sejak 2005 akan naik mulai 1 Januari 2027. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan penyesuaian tarif Transjabodetabek dan LRT Jakarta, tetapi besaran tarif baru untuk ketiga layanan tersebut belum diumumkan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan, perubahan tarif akan dibarengi dengan perluasan penerima layanan transportasi gratis dari 15 menjadi 21 golongan masyarakat.
“Nanti per 1 Januari kami akan melakukan perluasan dari 15 golongan menjadi 21 golongan. Tapi dengan jujur saya harus mengatakan, 1 Januari juga akan ada beberapa penyesuaian tarif harga untuk Transjakarta maupun Transjabodetabek,” kata Pramono saat memberi sambutan dalam acara Hari Perhubungan Nasional tingkat Provinsi DKI Jakarta 2026 di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (29/9), dikutip Antara.
Menurut Pramono, tarif Transjakarta dan Transjabodetabek saat ini masih relatif murah dibandingkan moda transportasi lain di Jakarta dan daerah penyangga.
Meski demikian, dia belum mengungkap besaran kenaikan yang akan diberlakukan.
“Pada saatnya 1 Januari ada penyesuaian tarif. Tetapi yang jelas kepada 21 golongan masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan akan kami berikan tarif gratis kepada mereka,” imbuhnya.
Saat ini, tarif Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta sebesar Rp15.000. Sementara LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai menggunakan tarif flat Rp5.000 dan juga akan masuk dalam penyesuaian.
TARIF TRANSJAKARTA Rp3.500 BERTAHAN SEJAK 2005
Transjakarta mulai beroperasi pada 15 Januari 2004 sebagai moda transportasi massal berbasis bus pertama di Indonesia.
Pada dua pekan pertama operasional, masyarakat dapat menggunakan layanan tersebut secara gratis sebagai bagian dari sosialisasi.
Pemprov DKI kemudian memberlakukan tarif Rp2.000 per penumpang mulai Februari 2004.
Setahun kemudian, tarif naik menjadi Rp3.500 berdasarkan Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 1912 Tahun 2005. Besaran tersebut bertahan hingga sekarang.
Wacana menaikkan tarif sebenarnya telah muncul beberapa kali. Pada 2023, sempat muncul rencana penyesuaian menjadi Rp5.000 seiring peningkatan layanan dan biaya operasional, tetapi tarif tidak kunjung berubah.
Pada 2025, Pramono juga mengungkap besarnya subsidi sebagai salah satu pertimbangan dalam pembahasan tarif. Saat itu, subsidi Pemprov DKI untuk setiap penumpang Transjakarta disebut mencapai lebih dari Rp9.000.
Penyesuaian tarif mendatang akan disertai peningkatan kualitas layanan, salah satunya melalui penambahan armada bus listrik.
Pramono mengatakan jumlah bus listrik yang sebelumnya sekitar 200 unit ditargetkan meningkat menjadi 500 unit.
[ad_2]
Source link

Leave a Reply