loading…

Doa setelah makan yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi tersebut disebutkan keutamaan pengampunan dosa-dosa yang telah lalu bagi orang yang membacanya setelah makan. Foto ilustrasi/Sindonews

Selain doa sebelum makan, salah satu adab yang diajarkan dalam Islam adalah membaca doa setelah makan . Sayangnya, doa ini seringkali diabaikan, padahal keutamaannya bisa menghapus dosa-dosa yang telah lalu. Benarkah demikian?

Al-Imam As-Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam kitab Risalatul Mu’awanah mengingatkan umat Islam agar tidak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi, tetapi juga menjaga niat dan sikap ketika menikmati hidangan. Dalam kitab tersebut, beliau menuliskan nasihat:

وَإِذَا أَكَلْتَ عِنْدَ قَوْمٍ فَأَثْنِ عَلَيْهِمْ وَادْعُ لَهُمْ بِخَيْرٍ

Artinya: “Apabila engkau makan di tempat suatu kaum, pujilah mereka dan doakanlah kebaikan bagi mereka.”

Nasihat ini mengajarkan pentingnya menghargai orang yang telah menyediakan makanan. Ketika seseorang dijamu, hendaknya ia menunjukkan rasa terima kasih, bersikap sopan, dan mendoakan kebaikan bagi tuan rumah.

Baca juga: Jangan Asal Makan! Ini 3 Adab Rasulullah yang Sering Diabaikan

Bacaan Doa Sesudah Makan

Selain mengajarkan adab ketika dijamu orang lain, Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad juga menganjurkan membaca doa setelah selesai makan. Doa tersebut berisi pujian kepada Allah SWT sekaligus permohonan agar nikmat makanan menjadi sarana untuk berbuat kebaikan.

Berikut bacaan doa sesudah makan yang dicantumkan dalam kitab Risalatul Mu’awanah:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، اَللَّهُمَّ كَمَا أَطْعَمْتَنِي طَيِّبًا فَاسْتَعْمِلْنِي صَالِحًا، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي هَذَا الطَّعَامَ وَرَزَقَنِيهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِنِّي وَلَا قُوَّةٍ

Latin: Alhamdulillah. Allahumma kama ath’am tani thayyiban fasta’milni shalihan. Alhamdulillahil ladzi ath’amani hadza ath-tha’ama wa razaqanihi min ghairi haulin minni wa la quwwah.

Artinya: “Segala puji bagi Allah. Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memberiku makanan yang baik, maka gunakanlah aku untuk melakukan amal saleh. Segala puji bagi Allah yang telah memberiku makanan ini dan menganugerahkan rezeki kepadaku tanpa daya dan kekuatan dariku.”

Doa tersebut mengandung pesan bahwa makanan bukan semata-mata untuk menghilangkan rasa lapar. Nikmat yang diberikan Allah SWT hendaknya menjadi bekal bagi seorang muslim untuk menjalankan ibadah, membantu sesama, dan melakukan berbagai amal kebaikan.

Dengan membaca doa sesudah makan, seorang muslim juga diingatkan bahwa kemampuan memperoleh makanan bukan semata-mata hasil usahanya sendiri. Ada rezeki dan pertolongan Allah SWT yang patut disyukuri.

Benarkah Doa Sesudah Makan Menghapus Dosa?

Dalam Risalatul Mu’awanah, disebutkan pula keutamaan membaca doa tersebut. Teks yang dikutip dalam kitab itu berbunyi:



–