
loading…
Dimiliki I Squared Capital dan bermitra dengan Indosat-Lintasarta, BDx memegang porsi besar daya listrik pusat data di Indonesia.
Proyek bernama AI Campus 2 atau CGK4 itu milik BDx Data Centers, operator pusat data asal Singapura. Nilainya disebut Rp3,5 triliun. Penghentian sementara berlaku sejak inspeksi mendadak Dedi pada Senin (28/9) karena analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) dan persetujuan bangunan gedung (PBG) belum terbit.
”PBG dan AMDAL belum keluar. Jangan dulu berjalan proyeknya. Berhentikan dulu pembangunannya,” kata Dedi, Rabu (30/9/2026), dalam keterangan resmi Humas Pemprov Jabar.
Persoalannya tidak berhenti di izin. Pada kapasitas penuh, pusat data ini membutuhkan air 384 liter per detik dari sistem Waduk Jatiluhur, waduk yang mengairi sekitar 242.000 hektar sawah dan menjadi sumber sekitar 82 persen air baku Jakarta. Kebutuhan listriknya lebih dari tiga kali kapasitas PLTA Jatiluhur.
Siapa BDx Data Centers?
BDx, kependekan dari Big Data Exchange, adalah penyedia pusat data berkantor pusat di Singapura yang berdiri pada 2019. Perusahaan ini dibentuk untuk menyatukan sejumlah aset pusat data milik investor di Hong Kong dan satu proyek baru di Nanjing, China, di bawah satu manajemen.
• Pemilik: I Squared Capital, perusahaan ekuitas swasta infrastruktur asal Amerika Serikat yang didirikan pada 2012. BDx menyebut I Squared mengelola aset lebih dari USD60 miliar (sekitar Rp1.074 triliun).
• CEO: Mayank Srivastava, menjabat sejak April 2023. Ia ikut mendirikan BDx pada 2019, memimpin strategi dan merger-akuisisi, lalu menjadi Chief Development Officer. Sebelumnya ia berkarier di Tata Group, Reliance Communications, dan Global Cloud Xchange.
• CEO pertama: Braham Singh, yang memimpin masuknya BDx ke Indonesia pada 2022.
• Model bisnis: penyedia netral operator (carrier-neutral) untuk kolokasi, pusat data sesuai pesanan (build-to-suit), layanan terkelola, dan cloud hibrida bagi hyperscaler serta korporasi.
• Skala: 18 pusat data beroperasi dan terkontrak serta 50 situs edge di Singapura, Indonesia, Hong Kong, dan Taiwan, ditambah dua lahan siap daya dengan kapasitas jaringan lebih dari 1,2 GVA (klaim perusahaan, Juni 2026).
BDx Indonesia, patungan dengan Indosat dan Lintasarta
BDx masuk ke Indonesia pada Mei 2022 lewat perusahaan patungan senilai USD300 juta (sekitar Rp5,37 triliun) bersama PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison) dan PT Aplikanusa Lintasarta. Perusahaan patungan itu, BDx Indonesia, kini dipimpin CEO Agus Hartono Wijaya. Ekspansinya cepat:
• 2024: BDx Indonesia mengambil alih portofolio pusat data dan situs edge Indosat di Jakarta, Surabaya, Batam, Medan, Makassar, Bandung, dan Semarang, termasuk sepuluh situs yang tersambung ke enam kabel laut domestik dan lima kabel laut internasional.
• 1 April 2026: menutup pinjaman USD320 juta (sekitar Rp5,73 triliun) dari Bank Permata, BCA, dan KB Bank untuk pengembangan CGK3, refinancing utang, serta penambahan kapasitas jaringan tegangan tinggi di CGK4 dan CGK5.
• 3 Juni 2026: mengumumkan total daya terkontrak 1,2 GW dengan PLN, yang diklaim sebagai komitmen daya terbesar bagi satu operator pusat data di Indonesia.

Leave a Reply