loading…

Batas Umur Mesin Pesawat Terbang. Foto / Aero Engine

LONDON – Pernahkah Anda bertanya-tanya berapa lama mesin pesawat dapat bertahan sebelum memerlukan perbaikan menyeluruh (overhaul)?.

Jawabannya bergantung pada jenis mesinnya; beberapa mesin mungkin memerlukan pemeriksaan besar setelah hanya beberapa ribu jam terbang, sementara mesin pada pesawat penumpang dapat beroperasi hingga puluhan ribu jam.

Seperti halnya mesin pada mobil atau sepeda motor, mesin pesawat mengalami keausan akibat penggunaan berulang. Perbedaannya, mesin pesawat beroperasi dalam kondisi yang jauh lebih berat, termasuk fluktuasi suhu dan tekanan yang signifikan selama penerbangan.

Oleh karena itu, jumlah jam terbang menjadi tolok ukur utama dalam menentukan jadwal perawatan mesin. Namun, angka yang tinggi tidak selalu berarti mesin tersebut tidak lagi aman untuk digunakan.

Mesin pesawat kecil: 2.000 jam bisa menjadi tonggak penting

Untuk pesawat kecil—yang biasanya digunakan untuk pelatihan terbang atau penerbangan pribadi—mesin piston umumnya memiliki interval antar-overhaul berkisar antara 1.200 hingga 2.400 jam, tergantung pada model spesifiknya.

Ini berarti saat mesin mendekati 2.000 jam operasional, perencanaan pemeriksaan dan perawatan menjadi semakin krusial. Meski demikian, angka ini bukanlah batas mutlak bagi setiap mesin, karena setiap model memiliki spesifikasi uniknya masing-masing.

Menariknya, mesin yang jarang digunakan justru bisa mengalami masalah. Jika pesawat dibiarkan tidak beroperasi terlalu lama tanpa perawatan yang tepat, korosi internal dapat terjadi, meskipun total jam terbangnya masih rendah.

Mesin turboprop dapat beroperasi dalam jangka waktu lebih lama



–